PB Grebeg Suro Pastikan 30 Side Event Siap Gelar, Festival Reog Jadi Magnet

Rapat akhir persiapan Grebeg Suro yang berlangsung di Ruang Bantarangin, Jumat (30/5/2026).

PONOROGO (wartadigital.id) – Persiapan Grebeg Suro 2026 memasuki tahap finishing. Panitia besar (PB) bentukan Pemkab Ponorogo memastikan 30 side event yang masuk rangkaian grebeg menyambut Tahun Baru Hijriah itu sudah siap gelar.

“Kita terus menjaga spirit agar pelaksanaan seluruh even berjalan lancar. Gegap gempita Grebeg Suro 2026 harus lebih menggelora daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto dalam rapat akhir persiapan Grebeg Suro yang berlangsung di Ruang Bantarangin, Jumat (30/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ugin–sapaan Sekda Agus Sugiarto–memberi perhatian khusus pada Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) dan Festival Reog Remaja (FRR) yang menjadi salah satu magnet Grebeg Suro. Di panggung utama Alun-alun Ponorogo tempat FNRP dan FRR dihelat, seremoni pembukaan Grebeg Suro juga dilangsungkan.

“FNRP masuk Karisma Event Nusantara (KEN) sehingga sejumlah aspek teknis perlu benar-benar mendapat perhatian,” kata Ugin tentang 125 even unggulan di Indonesia hasil kurasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Ugin juga mengingatkan bahwa Ponorogo resmi masuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO dalam bidang crafts and folk art (kerajinan dan seni rakyat). Sebelumnya, UNESCO juga menetapkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

“Ada tanggung jawab moral bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif yang bertumpu kekuatan budaya lokal. Termasuk menjadikan kesenian Reog Ponorogo sebagai lokomotif penggerak ekonomi kreatif,” kata Ugin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi, memastikan pelaku UMKM mendapatkan ruang yang cukup dalam pelaksanaan Grebeg Suro 2026. Bahkan, pihak event organizer siap menyediakan videotron untuk membantu promosi toko dan produk UMKM.

“Checking terakhir sudah selesai dan semuanya siap. Grebeg Suro 2026 siap menghibur masyarakat, semoga bisa memberikan manfaat termasuk peningkatan perekonomian,” ujarnya.

Judha berharap Grebeg Suro menjadi event penuh gairah yang bergema hingga tingkat nasional. Wisatawan bakal berduyun-duyun datang ke Ponorogo menyaksikan puluhan agenda event yang tergelar selama sebulan itu. “Saya berkali-kali bicara bahwa Grebeg Suro adalah denyut utama sektor pariwisata di Ponorogo,” ungkap Judha.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Evi Dwitasari turut menegaskan bahwa Grebeg Suro sudah menjadi identitas daerah. Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan agar kemeriahan grebeg tidak menghilangkan nilai kesakralan. Di antaranya, kirab dan jamasan pusaka, serta tirakatan malam 1 Suro.

“Rangkaian Grebeg Suro harus tetap menjaga nilai adat dan tradisi. Jangan sampai semangat kemeriahan menghilangkan nilai kesakralan,” ujarnya.

Selain itu, aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan publik harus menjadi perhatian. Sebab, Grebeg Suro diperkirakan akan mendatangkan puluhan ribu wisatawan ke Ponorogo. “Kami sepakat Grebeg Suro menjadi ruang pelestarian budaya, hiburan masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal,” kata dia. ono

Pos terkait