Pemprov Jatim Alokasikan Rp 7,3 Miliar untuk Tata Kawasan Kumuh Kota Madiun

Istimewa
Plt Walikota Madiun Bagus Panuntun memimpin rapat koordinasi penataan kawasan kumuh bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jawa Timur di Balai Kota Madiun, Senin (8/6/2026).

MADIUN (wartadigital.id)  – Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,3 miliar untuk penataan kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jatim Firta Riyanti Dewi Kurnia Sari  mengatakan program tersebut akan menyasar perbaikan infrastruktur dasar hingga pengelolaan lingkungan guna meningkatkan kualitas permukiman dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Program ini bertujuan menata kawasan kumuh, memperbaiki infrastruktur, dan membuat lingkungan menjadi lebih nyaman serta baik untuk ditinggali masyarakat,” ujarnya dalam rakor penataan kawasan kumuh di Balai Kota Madiun, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, sejumlah fasilitas akan dibangun dalam program tersebut antara lain drainase, jalan lingkungan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengindahan kawasan, serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse dan Recycle (TPS 3R).

Adapun saat ini program tersebut sudah masuk lelang dan segera dilakukan penandatanganan kontrak dalam waktu dekat. Proses kontrak pekerjaan ditargetkan dimulai pada akhir Juni 2026 dengan masa pelaksanaan sekitar lima bulan. “Program tersebut diharapkan mampu mengurangi, bahkan menghilangkan kawasan kumuh di wilayah sasaran,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas lingkungan, kata dia, penataan kawasan kumuh juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Terlebih Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun telah menyiapkan konsep penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Manguharjo untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan program dari Pemprov Jatim tersebut akan disinkronkan dengan rencana pembangunan kawasan yang sedang disiapkan pemerintah daerah. “Kami menyinkronkan dengan rencana pembangunan yang ada di wilayah tersebut. Beberapa ikon yang akan dibangun nantinya akan dikoneksikan dengan program penataan kawasan kumuh itu,” katanya.

Bagus menambahkan pembangunan TPS3R menjadi salah satu komponen penting dalam proyek tersebut guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di kawasan permukiman. Pemerintah daerah juga menyiapkan pengelolaan RTH agar dapat dimanfaatkan masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Dalam proyek tersebut pembangunan infrastruktur seluruh pembiayaan berasal dari Pemprov Jatim. Dengan penataan kawasan kumuh ini, Pemkot Madiun berharap kawasan Manguharjo dapat berubah menjadi lingkungan yang lebih tertata, bersih, sehat, dan produktif. ara

Pos terkait