
MOJOKERTO (wartadigital.id) – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat peran keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas”, peringatan HKG PKK ke-54 digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Kamis (11/6/2026).
Wakil Walikota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, dalam sambutannya menegaskan, gerakan PKK memiliki peran yang sangat penting karena bekerja langsung dari lingkup keluarga, menguatkan masyarakat, mendukung agenda negara, sekaligus menyiapkan masa depan bangsa.
“PKK ini bekerja dari keluarga, menguatkan masyarakat, mendukung agenda negara dan ikut menyiapkan masa depan bangsa. Sepuluh Program Pokok PKK menyentuh kebutuhan dasar keluarga. Di dalamnya ada nilai-nilai kehidupan, pola hidup, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hingga perencanaan masa depan,” tuturnya.
Menurutnya, 10 Program Pokok PKK tidak boleh hanya menjadi daftar kegiatan atau administrasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari.
“Program Pokok PKK tidak boleh berhenti sebagai daftar program di atas kertas. Ia harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan keluarga sehari-hari,” kata sosok yang akrab disapa Cak Sandi itu.
Cak Sandi menjelaskan, keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar nilai-nilai kehidupan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kebersihan. Karena itu, ketika PKK memperkuat keluarga, sesungguhnya PKK sedang memperkuat dasar kehidupan sosial masyarakat.
“Jika keluarga sehat, masyarakat akan lebih kuat. Jika keluarga tertata, lingkungan sosial juga akan lebih tertata. Dan jika keluarga memiliki nilai serta kebiasaan yang baik, maka kehidupan kota akan lebih baik, kehidupan provinsi lebih baik, dan pada akhirnya kehidupan rakyat Indonesia juga menjadi lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cak Sandi menuturkan, semangat gerakan PKK sejalan dengan Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, peningkatan kesejahteraan, hingga pembangunan karakter bangsa.
“Agenda nasional tidak akan efektif apabila tidak sampai pada kehidupan keluarga. Pemerintah dapat menyusun kebijakan dan perangkat daerah membuat program, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat,” urainya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi, menyampaikan, selama periode HKG PKK Tahun 2025 hingga HKG PKK Tahun 2026, TP PKK Kota Mojokerto telah melaksanakan berbagai program yang selaras dengan 10 Program Pokok PKK.
Berbagai kegiatan tersebut meliputi pelatihan olahan makanan berbahan dasar kedelai, pelatihan aneka menu makanan balita, pembinaan administrasi PKK, sosialisasi pengolahan hasil pekarangan akuakultur, pelatihan membatik, sosialisasi etika berbusana sesuai budaya dan tren fashion 2026, workshop parade, edukasi gizi dan bakti sosial bagi keluarga balita bermasalah gizi.
Kemudian ada tadarus Al-Qur’an, pengajian rutin Al-Usrah, pertemuan rutin PKK kecamatan dan kelurahan, serta sinergi PKK dan Posyandu dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu secara terpadu.
“Program dan kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kota Mojokerto, perangkat daerah terkait, para anggota PKK di seluruh tingkatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu ditingkatkan,” tuturnya.
Melalui momentum HKG PKK ke-54 ini, Lina mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas kader, dan menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
“Selamat memperingati HKG PKK ke-54 Tahun 2026. Semoga PKK semakin maju, solid, dan terus menjadi penggerak keluarga sejahtera menuju Kota Mojokerto yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” tuturnya. mor



