Said Iqbal Ungkap 2.500 Buruh Pabrik di Mojokerto Terancam PHK Massal

Said Iqbal (kiri).

JAKARTA (wartadigital.id) — Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengungkap adanya ribuan buruh dari Mojokerto, Jawa Timur hingga Bandung, Jawa Barat yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).

Said yang juga sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Tujuannya sebagai upaya memastikan adanya potensi ancaman PHK massal terhadap buruh di perusahaan-perusahan yang terdampak dengan fluktuasi kurs dan perang Iran melawan AS-Israel.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Said juga melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga serikat pekerja. Pada kunjungan pertama ke Mojokerto, Jawa Timur, Said mendapati adanya satu perusahaan bubur kayu yakni PT Pakerin yang 80% produksinya sudah berhenti. Alhasil, sekitar 2.000 pekerja tidak lagi bekerja. “Ditemukan ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di-PHK,” kata Said dalam konferensi pers pada Minggu (21/6/2026).

Said menjelaskan bahwa penyebab berhentinya operasi PT Pakerin karena dana untuk modal perusahaan sebanyak Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun disimpan di Bank Prima. Sementara, Bank Prima dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alhasil, dananya kini ada di bawah kendali Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).  “Akibatnya produksi tak bisa jalan, karena uang [modal] dikuasai LPS. Buruh sudah hampir 1 tahun lebih mendekati 2 tahun tidak lagi bekerja,” kata Said.

Perusahaan menurutnya memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan usahanya. Akan tetapi membutuhkan dana modal yang ada di LPS. Opsi keduanya adalah PHK. Pihaknya kemudian akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Selain itu, menurutnya pemerintah akan berkoordinasi dengan LPS terkait dana modal yang kini dikuasai LPS.

Temuan lainnya ada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yakni PT Feng Tai. Dia menjelaskan bahwa di perusahaan sepatu tersebut ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan.  “Saat ini, 4.000 karyawan sudah dirumahkan. Penyebabnya berdasarkan temuan awal, menyatakan bahwa orderan sepatu Nike, ke PT Feng Tai sudah selesai sehingga menunggu orderan berikutnya,” ujar Said.

Terdapat juga informasi yang menyatakan adanya keterlambatan bahan baku untuk membuat sepatu Nike. Bahan baku biasanya langsung dari Nike. Akan tetapi, karena ada perang dan geopolitik panas, pesanan bahan baku diserahkan ke vendor yang lain.  Temuan lainnya yakni perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang terancam mem-PHK ribuan karyawannya. Dia mengatakan bahwa kondisi yang tidak menentu membuat principle di Jepang memindahkan sebagian produksinya, termasuk ke Vietnam. bis

Pos terkait