
NGANJUK (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan melalui Apel Pembinaan dan Penyerahan Insentif kepada 8.089 guru TPA/TPQ dan Huffazh se-Kabupaten Nganjuk yang digelar di Stadion Anjuk Ladang, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan diikuti ribuan pendidik Al-Qur’an dari seluruh kecamatan.
Turut hadir dalam acara Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Ketua GOW Nganjuk, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk, serta para tokoh agama, kiai, dan ustadz-ustadzah setempat.
Pada kesempatan itu, sebanyak 7.654 guru TPA/TPQ dan 435 Huffazh menerima bantuan insentif masing-masing sebesar Rp1.000.000. Program ini menjadi salah satu bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada para pendidik yang selama ini berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menyampaikan, keberadaan guru ngaji memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam membangun kualitas sumber daya manusia tanpa dukungan para guru, ustaz, ustazah, pondok pesantren, dan madrasah diniyah.
Karena itu, Pemkab Nganjuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, agar pendidikan keagamaan dapat berjalan semakin optimal di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam memberikan pendidikan agama secara langsung. Oleh sebab itu kami menggandeng Kementerian Agama, pondok pesantren, madrasah diniyah, serta panjenengan semua untuk bersama-sama membangun Nganjuk,” tutur Kang Marhaen.
Selain pemberian insentif, pemerintah daerah juga terus berupaya menghadirkan berbagai program pendukung bagi guru ngaji dan keluarganya, termasuk pemberian beasiswa bagi putra-putri mereka sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan.
Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pendidik Al-Qur’an.
Kang Marhaen juga mengajak seluruh guru TPA/TPQ dan huffazh untuk terus menjaga semangat mengajar di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, apa yang dilakukan para pendidik Al-Qur’an bukan sekadar mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan akhlak, kejujuran, disiplin, dan nilai-nilai moral yang menjadi modal utama kemajuan bangsa.
Ia mengingatkan, ilmu yang diajarkan kepada anak-anak akan menjadi amal yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Bahkan, bukan tidak mungkin kelak para murid yang saat ini belajar mengaji akan menjadi pemimpin bangsa maupun daerah yang membawa perubahan positif bagi Kabupaten Nganjuk.
Di akhir sambutannya, Kang Marhaen berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga cita-cita menjadikan Nganjuk sebagai daerah yang maju, religius, dan berkarakter dapat terwujud. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan perhatian terhadap para guru TPA/TPQ dan huffazh sesuai kemampuan keuangan daerah.
Melalui penyaluran insentif kepada ribuan guru TPA/TPQ dan huffazh tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap semangat para pendidik Al-Qur’an semakin meningkat dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan, akhlak, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah. juk

