
SURABAYA (wartadigital.id) – Menghadapi Idul Fitri atau Lebaran tahun 2026 ini, wilayah Jatim dibayangi ancaman cuaca ekstrem. Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim akan kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari, 16 Maret sampai H+5 Lebaran.
Ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 10 Maret 2026, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, menjelaskan, OMC dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Karena pada saat periode angkutan lebaran, wilayah Jatim masih berpotensi hujan lebat.
“Data dari BMKG menyatakan bahwa masih ada wilayah-wilayah yang punya potensi ancaman cuaca ekstrem. Seizin Ibu Gubernur, perintah beliau, kami melakukan OMC 10 hari,” katanya.

OMC akan dilakukan mulai tanggal 16 Maret hingga 5 hari setelah Lebaran. Gatot menjelaskan, selama 10 hari tersebut, akan ada 22 sorti OMC yang akan dilakukan. “Untuk mengantisipasi wilayah-wilayah yang punya ancaman ekstrem,” ujarnya.
Langkah ini, sebagai upaya mitigasi dalam mengawal perayaan Hari Raya Idulfitri, yang diprediksi jumlah mobilitas masyarakat cukup besar. Baik pergerakan pemudik, maupun masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata.
“Kita tahu bahwasanya kunjungan ke Jawa Timur pastinya akan ke wilayah-wilayah pariwisata yang menjadi ikon Jawa Timur. Sehingga untuk mengurangi potensi bencana untuk wilayah-wilayah tersebut harus dilakukan OMC,” ucapnya.
BPBD Jatim juga meminta kepada para pelaku usaha, khususnya yang ada di lokasi wisata, untuk menyiapkan tim penyelamat atau tim penolong. Hal itu untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana di wilayahnya. edt, *





