Bank DBS Indonesia Perkuat Transisi Energi melalui Trade Financing Senilai 50 Juta Dolar AS

Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas trade financing senilai 50 juta dolar AS kepada Permata Group yang akan digunakan secara khusus untuk memperkuat operasi penjualan biodiesel.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Dalam upaya untuk mempromosikan solusi berkelanjutan demi mendukung transisi energi di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas trade financing senilai 50 juta dolar AS kepada Permata Group yang akan digunakan secara khusus untuk memperkuat operasi penjualan biodiesel. Inisiatif ini menekankan komitmen untuk mendukung transisi energi dan mengakselerasi praktik industri rendah karbon.

Bacaan Lainnya

Fasilitas trade financing yang disediakan oleh Bank DBS Indonesia akan memberdayakan Permata Group untuk memperluas produksi biodiesel di refinery yang bersertifikat sesuai dengan RSPO Supply Chain Certification Standard. Hal ini juga sejalan dengan mandat pencampuran biodiesel (mandatory biodiesel blending mandate) yang semakin meningkat dari pemerintah Indonesia, serta memainkan peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat keamanan energi di Indonesia.

Corporate Banking Director PT Bank DBS Indonesia Kunardy Darma Lie mengatakan biodiesel adalah salah satu fondasi dari strategi transisi energi Indonesia, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pihaknya bangga bahwa pendanaan tersebut memainkan peran penting tidak hanya dalam mendukung Permata Group, tetapi juga dalam memajukan agenda keberlanjutan Indonesia. Karena campuran wajib terus meningkat, tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang untuk mempertahankan pertumbuhan biodiesel. “Sebagai penasihat yang dapat diandalkan dalam pembiayaan keberlanjutan, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk membimbing klien dan mitra kami menuju investasi yang berpengaruh dan bertanggung jawab,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (5/8/2024).

Didirikan pada tahun 1984, Permata Group adalah perusahaan minyak sawit terpadu dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan. Sebagai anggota RSPO sejak 2006, Permata Group telah membuat kemajuan berkelanjutan dalam perjalanan keberlanjutan termasuk menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) di seluruh rantai pasokan. Dengan lini bisnis utama di seluruh rantai pasokan, Permata Group telah memperluas bisnis biodiesel mereka, sesuai dengan strategi transisi energi Indonesia.

Sementara itu Finance Director Permata Group Andrew Luhur mengatakan transisi ke biodiesel memainkan peran besar dalam perjalanan dekarbonisasi sektor energi. “Kami berharap dengan meningkatkan produksi biodiesel kami yang didukung oleh fasilitas dari Bank DBS Indonesia, Permata Group dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri biofuel Indonesia untuk mencapai tujuan ambisius ini,” katanya.

Untuk diketahui DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia, Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

Didirikan pada tahun 1989 sebagai bagian dari DBS Group yang berbasis di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank dengan sejarah terpanjang di Asia. Beroperasi di 1 Kantor Pusat, 13 Kantor Cabang, 16 Kantor Cabang Pembantu, dan 4 Kantor Fungsional serta 3.011 karyawan aktif di 15 kota besar di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan menyeluruh bagi seluruh nasabah di segmen perbankan korporasi, UKM, dan konsumen. PT Bank DBS Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). set