
BANYUWANGI (wartadigital.id) – Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk terus memperkuat dan meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) salah satunya kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk pemanfaatan satu Peta.
Dalam keterangannya di Banyuwangi, Minggu (28/7/2024), kerjasama ini untuk mengintegrasikan layanan Satu Peta yang dimiliki oleh Badan Informasi Geospasial untuk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam layanan publik.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa langkah kerjasama ini akan menjadi acuan bersama untuk meningkatkan pembangunan, dengan kejelasan batas wilayah dalam berbagai tematiknya, akan mempercepat pelayanan yang diberikan kepada publik.
“Di Banyuwangi sendiri memang masih ada sejumlah peta kawasan yang belum sempurna, seperti halnya batas kabupaten di sisi barat dan beberapa hal lainnya,” katanya.
Selain itu, lanjut Bupati Ipuk, kerja sama tersebut juga akan menjadi terobosan penting untuk memperkuat pelayanan pemerintahan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
“Satu Peta ini akan menjadi acuan bersama, baik antar-instansi pemerintah maupun dengan masyarakat. Dengan kesesuaian satu peta tentunya akan memberi kepastian investasi di daerah,” ucap Ipuk.
Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasila (BIG) Prof Muhammad Aris Marfai menjelaskan bahwa dengan Satu Peta yang mengintegrasikan berbagai jenis Informasi Geospasial Tematik (IGT) bisa mempercepat proses pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan perizinan dan layanan yang berbasis geospasial lainnya. “Kami sedang mengembangkan Satu Peta versi 2 yang nantinya bisa diakses oleh publik, dan ini akan menjadi acuan bersama untuk berbagai hal yang berkaitan dengan geospasial,” katanya.
Dijelaskannya di dalamnya nanti akan ada IGT tentang batas wilayah, rencana tata ruang wilayah, kawasan hutan dan lain sebagainya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Abdul Hakim mengapresiasi kerjasama antara BIG dan Pemkab Banyuwangi, karena semakin meningkatkan SPBE yang dicanangkan pemerintah. “Kematangan SPBE ini berkorelasi positif dengan pencapaian global transformasi pemerintahan digital Indonesia. Di antaranya pada nilai GovTech Maturity Index dari B pada 2020 menjadi A pada 2022,” ujarnya. gik





