
SURABAYA (wartadigital.id) – Batik Danar Hadi kembali mengukuhkan komitmennya dalam melestarikan dan menginovasi warisan budaya Nusantara melalui pagelaran busana bertajuk Sekar Setaman.
Fashion show yang digelar di De Soematra 1910 Surabaya, Sabtu (8/2/2026) mengangkat metafora keindahan taman bunga beraneka ragam yang tumbuh selaras dalam satu kesatuan harmonis, merefleksikan keragaman karakter, warna, dan filosofi kehidupan yang berpadu indah layaknya batik.
Tampak menghadiri fashion show Walikota Mojokerto Ita Puspitasari, istri Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau biasa dipanggil Gus Barra Hj Shofiyah Hanna (Ning Hana).
“Melalui tema Sekar Setaman, kami tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi lebih dalam lagi, kami ingin menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman,” kata Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa.

Dijelaskannya motif bunga yang dihadirkan dalam koleksi batik ini di antaranya Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar. Koleksi Sekar Setaman mengeksplorasi empat bunga utama yang kaya simbol. Yakni Bunga Seruni/Krisan, melambangkan keteguhan, optimisme, dan kebahagiaan. Anggrek Bulan, merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta tulus. Bunga Kenanga, mengandung makna keluhuran budi, kesetiaan, dan kedamaian. Bunga Mawar, sebagai simbol keindahan, cinta, dan romansa.
Seperti bunga-bunga dalam taman yang berbeda namun membawa filosofi saling melengkapi, batik adalah medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern, mencerminkan perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna.

Filosofi-filosofi ini diwujudkan dalam rangkaian busana yang memadukan teknik batik cap, tulis, dan tulkom (tulis kombinasi) pada material pilihan seperti sutra crepe, Thai silk, organza, dan tenun ATBM. Palet warna solid dan pastel yang dipilih menghadirkan kesan lembut dan elegan, sekaligus menonjolkan detail halus setiap motif.
Fashion show disajikan dalam enam sequence yang mengalir. Kain dan Selendang membuka pagelaran dengan reimajinasi kebaya modern berkolaborasi dengan Svarna by IKAT Indonesia, yang diperkaya payet dan aplikasi bunga, dipadukan dengan kain batik sutra serta selendang tenun mewah
Clasican: Menampilkan gaya klasik dengan cutting sederhana dan batik motif klasik, merepresentasikan wanita profesional yang elegan dan percaya diri.
CNY: Menghadirkan siluet feminin modern dengan sentuhan. Dan Cheongsam, memadukan motif Bunga Seruni dengan celana batik longgar.

Bunga Tanahan: Menampilkan long tunik, dress, dan outer dengan detail beads halus pada sutra crepe, mengangkat keindahan bunga tanah Nusantara.
Bunga Pastel: Menonjolkan nuansa lembut dengan blouse, dress, hingga abaya dari sutra crepe, diperkaya detail renda dan lace.
Bunga Tulis: Sebagai klimaks, sequence ini menampilkan kemewahan batik tulis motif bunga besar dengan detail lace, aplikasi, dan payet untuk tampilan evening look yang eksklusif.
Seluruh rangkaian look disempurnakan dengan aksesoris eksklusif dari Brianstones by Dewi Abdy, menambahkan sentuhan kemewahan dan penyempurna penampilan. “Koleksi Sekar Setaman adalah bukti bahwa batik tidak pernah berhenti bertumbuh. Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer, menciptakan busana yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyentuh jiwa dan bercerita. Ini adalah penghormatan kami pada kearifan lokal dan pada setiap perempuan yang mengenakannya dengan bangga,” tutup Diana.

Didirikan di Solo oleh sepasang suami istri yang bernama Santosa Doellah Danarsih Hadiprijono, Batik Danar Hadi adalah salah satu merek batik yang digemari seluruh masyarakat Indonesia hingga dunia. Sejak 1967. Batik Danar Hadi telah merintis batik yang memiliki rasa, kharismatik dan sesuai dengan selera pasar. nti