TPQ & MTQ An-Nur Jambangan Gelar Imtihan dan Wisuda Santri Khotmil dan Tahfidz Qur’an

Kesembilan santri dan santriwati yang siap menuju panggung karpet merah untuk menjalani imtihan

SURABAYA (wartadigital.id) – Sebanyak sembilan santri dan santriwati mengikuti imtihan dan wisuda santri TPQ dan MTQ An-Nur Jambangan Tama, yang berlangsung di teras Masjid An-Nur Jambangan Tama, Surabaya, Minggu (8/2/2026) siang.

Hadir dalam ujian sekaligus wisuda bertitel Imtihan dan Wisuda Khotmil Qur’an 30 Juz ke-7; Tahfidz Qur’an Juz 30, 29, dan 3 ke-5 TPQ dan MTQ An-Nur Jambangan Tama, tiga penguji yakni Ustadz Asharis, S.Th.I (Direktur LSP Pendidikan Al-Qur’an Nurul Falah), H Abdul Choliq Mz, BA (Penasihat TPQ dan MTQ An-Nur yang juga Ketua Takmir Masjid An-Nur Jambangan Tama) serta Ustadz Masrur Huda, SPdI, MPd (Kepala TPQ dan MTQ An-Nur).

Bacaan Lainnya

Tampak pula orangtua dan keluarga yang mewakili kesembilan wisudawan dan wisudawati santri, serta santri dan santriwati yang ikut terlibat dalam pelaksanaan maupun kesuksesan even, baik sebagai petugas kirab santri, kelompok koor lagu hingga pengisi acara lainnya.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars

Kesembilan santri dan santriwati yang mengikuti imtihan (ujian) dipandu oleh Ustadzah Givany Yudha, yang dengan cekatan membagi pertanyaan kepada penguji maupun audiens yang hadir.

Yang pertama mendapatkan kesempatan diuji berdasarkan nomor yang diundi adalah Adel (Delisha Khaira Lubna), dan mampu menjawab lanjutan surat yang dilantunkan di layar monitor.

Kemudian santriwati kedua adalah Nafisah (Nafisah Nurul Jannah) yang dites langsung oleh Penasihat TPQ dan MTQ An-Nur, H Abdul Choliq Mz, BA. Ternyata santriwati itu dengan lancar menyelesaikan tugas dan pertanyaan yang disampaikan Abah Kholiq.

Salah satu santri yang sedang menjalani imtihan di hadapan penguji dan orangtua 

Berikutnya Nasrulloh yang akrab dipanggil Nasrul juz 29, diuji langsung oleh Ustadz Asharis, S.Th.I selaku Direktur LSP Pendidikan Al-Qur’an Nurul Falah.

Nasrul juga dites doa untuk kedua orangtua, dan dengan lancar diselesaikan. “Itu yang mahal, doa untuk kedua orangtuanya, dan ternyata dia bisa. Saya khawatir tidak bisa. Nanti suatu saat dia suruh jadi imam sholat ya, bapak dan ibu,” tutur Ustadz Asharis.

Sedangkan santriwati berikutnya adalah Zahra (Almira Khairani Az Zahra) yang diuji Ustadz Masrur Huda, yang membacakan salah satu ayat dan dilanjutkannya dengan tepat. “Dia sudah benar, tapi saya lihat kunci jawabannya yang dimonitor yang salah, saya sudah cek di Al-Qur’an,” kata Ustadz Masrur.

Prosesi wisuda dan pemberian tanda kelulusan

Santriwati Irdina (Irdina Auni Alisha) tampil berikutnya di nomor lima sesuai undian. Sempat tersendat dengan jawaban dan akhirnya dia mampu meneruskan ayat yang terpampang di layar monitor.

Kemudian Abidin (Akhmad Rafan Arzaq Abidin) yang bercita-cita menjadi sutradara film, dengan lancar mampu menjawab dan meneruskan ayat yang dibacakan pemandu acara.

Zeedah (Affaren Syaufa Zaheedah) yang bercita-cita sebagai dokter gigi, setelah membaca ayat-ayat yang terpampang di layar monitor, dia mampu menyelesaikan pertanyaan dalam surat tersebut.

Al Irsyad (Al Irsyad Rayyan Putra D) dengan cita-cita menjadi pemain sepakbola yang mendapat giliran tampil berikutnya, juga bisa menjawab pertanyaan yang dipandu Ustadzah Givany.

Usai imtihan dan wisuda para santri membaur ke orangtua masing-masing

Yang terakhir adalah santriwati Shaqueena (Shaqueena Zafeera R) dengan cita-cita menjadi dosen IPA tak tangkas dengan rekan-rekannya. Shaqueena membacakan ayat yang terpampang di layar monitor dan dilanjutkan dengan jawaban dengan lancar.

Menanggapi pelaksanaan imtihan, Kepala TPQ An-Nur Jambangan Tama, Masrur Huda, SPdI, MPd, mengatakan, baru saja ujian santri dan santriwati khotmil maupun tahfidz. Untuk khotmil atau khotaman sudah berlangsung tujuh tahun, sedangkan tahfidz sudah lima tahun bergerak untuk membina anak-anak.

“Dulu ngajinya anak-anak masih sorokan, seperti umumnya di desa-desa, dan kami ubah hingga bisa seperti yang bapak dan ibu lihat sekarang. Alhamdulillah, hingga kini anak-anak bisa istiqomah,” ujar Ustadz Masrur.

Dia mengucapkan terima kasih kepada H Abdul Choliq Mz, BA, selaku penasihat TPQ An-Nur yang senantiasa memberikan support dan dukungan demi kebaikan lembaga ini.

Para orangtua santri dan santriwati sempat dibikin tegang melihat buah hatinya diuji

Penasihat TPQ H Abdul Choliq Mz, BA, mengatakan, sebaik-baik orang adalah yang mengajarkan Al-Qur’an. “Jangan sampai anak-anak kita berhenti, ayo terus kita belajar Qur’an, walaupun mungkin banyak pekerjaan atau tugas sekolah,” kata Abah Kholiq.

Ia juga mengingatkan kepada semua orangtua agar anak-anaknya terus belajar Qur’an. Agar nantinya bisa mendoakan orangtua. “Kalau tidak bisa membaca Al-Qur’an, bagaimana mendoakan kedua orangtuanya?” lanjutnya.

Sementara Ustadz Asharis, menambahkan, anak-anak yang ada di karpet merah ini adalah anak-anak yang luar biasa. “Sembilan anak ini sebenarnya adalah tugas orangtua, namun Abah Kholiq, Ustadz Masrur dan ustadz dan ustadzah lainnya berani mengambil tugas itu,” tutur Ustadz Asharis.

Ia juga mengingatkan agar anak-anak yang ada di TPQ An-Nur ini tidak cukup ngaji saja tapi juga harus dilihat juga bagimana wudhunya maupun sholatnya.

Usai menjalani ujian, kesembilan santri dan santriwati tersebut langsung diwisuda, setelah sebelumnya dibacakan surat keputusan kelulusan. edt

Pos terkait