BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Dringu dan Kraksaan

Kegiatan pendistribusian dilaksanakan pada Minggu (1/2/2026) di sejumlah lokasi terdampak

PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan pendistribusian dilaksanakan pada Minggu (1/2/2026) di sejumlah lokasi terdampak.

Pendistribusian logistik dilakukan di Kantor Desa Randuputih Kecamatan Dringu, Kantor Desa Tamansari Kecamatan Dringu serta Dusun Karang Juwet RT 02 RW 06 Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, pendistribusian logistik menggunakan satu unit mobil pick up dan melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Kabupaten Probolinggo, Kasi Trantib Kecamatan Dringu, Sekretaris Desa Randuputih, Tagana Dinas Sosial, Perangkat Desa Tamansari, Lurah Kraksaan Wetan serta Kasi Trantib Kecamatan Kraksaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Daerah terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan.

“Telah terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada tanggal 30 Januari 2026 yang mengakibatkan 27 rumah warga rusak ringan di Desa Randuputih Kecamatan Dringu, 4 rumah di Desa Tamansari Kecamatan Dringu serta 1 rumah di Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan. BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak,” ujarnya.

Oemar menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi 32 buah selimut, 32 paket perlengkapan makan, 1 buah terpal serta 1 paket perlengkapan kebersihan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga pasca kejadian bencana.

“Bantuan ini kami salurkan sesuai dengan hasil asesmen di lapangan. Harapannya dapat memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya dalam masa pemulihan awal pascabencana,” katanya.

Oemar menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat desa atau BPBD agar dapat segera ditangani,” ujar dia. oli, mcp

Pos terkait