wartadigital.id
Headline Manca

Charlie Hebdo Kembali Picu Kontroversi dengan Kartun Ratu Inggris

Majalah Perancis Charlie Hebdo menggambarkan Ratu Elizabeth II berlutut di leher Meghan Markle, meniru kematian mengerikan George Floyd, warga kulit hitam Amerika di tangan polisi berkulit putih.

LONDON (wartadigital.id) – Majalah satir asal Perancis, Charlie Hebdo, kembali memicu kritik besar-besaran setelah menerbitkan kartun di sampul depannya yang menggambarkan Ratu Elizabeth II berlutut di leher Meghan Markle.

Karikatur yang diterbitkan pada Sabtu (13/3/2021) waktu setempat itu memiliki judul “Pourquoi Meghan a Quitte Buckingham” yang berarti mengapa Meghan meninggalkan Buckingham. Serta balasan kutipan Meghan yang mengatakan, “saya tidak bisa bernapas lagi”.

Kartun yang digambarkan sebagai komik satir itu meniru momen terakhir George Floyd, seorang kulit hitam Amerika Serikat yang meninggal sambil berlutut pada tahun lalu di tangan seorang polisi kulit putih Minneapolis pada Mei lalu. Kematian Floyd memicu protes besar-besar Black Lives Matter di AS dan di seluruh dunia.

Kartun itu muncul beberapa hari setelah Meghan melakukan wawancara dengan Oprah Winfrey. Dalam wawancara televise yang ditayangkan 7 Maret itu, Meghan Markle menuduh anggota keluarga kerajaan Inggris membuat komentar rasis tentang warna kulit anaknya yang belum lahir. Markle memiliki ibu berkulit hitam dan ayah berkulit putih.

Meghan juga mengatakan dalam wawancara itu bahwa dia sangat terisolasi dan sengsara sebagai anggota keluarga kerajaan hingga dia memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Dalam sebuah pernyataan, Istana Buckingham mengatakan tuduhan tersebut mengkhawatirkan dan akan menyelidikinya

Sampul majalah tersebut menjadi salah satu topik yang paling banyak dibincangkan di media sosial selama akhir pekan ini sekaligus mendapat banyak kritik.

Di media sosial, kartun Charlie Hebdo menuai banyak kecaman. CEO Runnymede Trust yang fokus pada kesetaraan ras dan berbasis di Inggris, Dr Halima Begum menyebut kartun tersebut salah. “Ini tidak mendorong batasan, membuat siapa pun tertawa atau menantang rasisme. Itu merendahkan masalah dan menyebabkan pelanggaran, secara keseluruhan,” ujarnya.

Organisasi The Black and Asian Lawyers For Justice mencuit bahwa sampul majalan tersebut mengandung “rasisme yang keterlaluan, menjijikkan, fasistik,” dan menuduh majalah tersebut menggunakan trauma Floyd untuk mendapatkan keuntungan.

The Daily Express berbagi cerita dengan pembacanya, “Menjijikkan karena Charlie Hebdo menggambarkan Ratu berlutut di leher Meghan Markle seperti George Floyd.”

Rasakan Penderitaan Muslim

Beberapa waktu lalu Charlie Hebdo berulang kali mendapat kecaman karena menerbitkan karikatur ofensif Nabi Muhammad, memicu protes besar di negara-negara mayoritas Muslim.

Dua belas kartunis dan karyawan majalah itu dibunuh oleh sekelompok teroris pada 2015 setelah majalah tersebut menerbitkan ulang kartun nabi, yang pertama kali diedarkan pada 2005 oleh surat kabar Denmark, Jylland-Posten.

Pada 2020, majalah tersebut menerbitkan ulang kartun kontroversial tersebut dan seorang guru bahasa Perancis terbunuh dalam serangan teror setelah menunjukkannya kepada murid-muridnya.

Pemerintah Perancis membela publikasi majalah yang sering memprovokasi itu, dengan mengatakan bahwa kebebasan berekspresi tidak dapat dihalangi.

Setelah sampul terbaru, pengguna Twitter membandingkan reaksi sebelumnya dengan reaksi yang baru. “Sekarang orang Inggris akan merasakan penderitaan Muslim, Charlie Hebdo mengolok-olok Ratu dengan cara yang sangat buruk,” tulis salah satu pengguna.

“Charlie Hebdo sangat kasar tentang Nabi Muhammad dan banyak orang dari sayap kanan di Inggris bertepuk tangan. Sekarang, Charlie Hebdo sangat kasar tentang Ratu. Apa yang akan dikatakan oleh orang-orang di kanan di Inggris sekarang, saya ingin tahu?” tulis pengguna Twitter lainnya. riz, aac, ins

 

Related posts

Rektor Unair Umumkan Lima Siswa Penerima Golden Ticket AEE 2022

redaksiWD

Rizal Ramli Sebut Gerombolan Makar Terus Bergerilya Meski Sudah Diroasting Mbak Mega

redaksiWD

Indahnya Berbagi dari Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo

redaksiWD