Demi Kenyamanan Jemaah, Saudi Benahi Sistem Akomodasi Haji 2026

Pemerintah Saudi akan menerapkan sistem lisensi musiman bagi penginapan jemaah haji di Makkah dan Madinah

JEDDAH (wartadigital.id) – Arab Saudi bersiap melakukan terobosan besar dalam penataan akomodasi jemaah haji jelang musim Haji 2026. Pemerintah Saudi akan menerapkan sistem lisensi musiman bagi penginapan jemaah di Makkah dan Madinah, langkah yang diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab lonjakan kebutuhan hunian selama puncak ibadah haji.

Kebijakan ini digulirkan oleh Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata serta Kementerian Urusan Kota dan Perumahan, sebagai bagian dari reformasi layanan haji berbasis digital dan standar global.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan izin operasional hotel reguler yang berlaku sepanjang tahun, lisensi musiman ini dirancang khusus untuk periode haji. Skema tersebut memungkinkan akomodasi sementara, seperti hostel dan penginapan jangka pendek, untuk beroperasi secara legal selama musim haji dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kedatangan jutaan jemaah dari seluruh dunia, sekaligus memastikan seluruh penginapan yang digunakan aman, tertib, dan memenuhi standar pelayanan.

Pemilik properti yang ingin mendapatkan lisensi musiman wajib mendaftar melalui dua platform resmi, yakni Nusuk Masar dan portal elektronik Kementerian Pariwisata Arab Saudi.

Batas akhir pengajuan ditetapkan pada 13 Syaban 1447 Hijriah atau 1 Februari 2026. Penginapan yang tidak mengantongi lisensi hingga tenggat waktu tersebut tidak diperkenankan beroperasi selama musim haji.

Kebijakan ini menegaskan komitmen Saudi dalam menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keteraturan jemaah haji di dua kota suci.

Penerapan lisensi musiman membawa sejumlah manfaat strategis, baik bagi jemaah maupun penyedia akomodasi:

Standar layanan lebih terjaga, karena seluruh penginapan harus memenuhi kriteria kualitas tertentu

Pemesanan terpusat melalui Nusuk, memudahkan jemaah mencari dan memesan penginapan resmi

Kapasitas akomodasi bertambah, menjawab lonjakan kebutuhan hunian saat musim haji

Pengawasan keamanan dan kebersihan lebih ketat, demi kenyamanan jemaah

Dengan sistem ini, pemerintah Saudi ingin memastikan tidak ada lagi penginapan ilegal atau layanan di bawah standar selama musim haji.

Untuk memperoleh izin, pemilik properti harus melalui dua tahapan utama:

Registrasi properti di platform Nusuk Masar, sebagai sistem utama layanan jemaah

Pengajuan lisensi melalui portal Kementerian Pariwisata, dengan melengkapi seluruh persyaratan teknis dan administratif

Seluruh proses dilakukan secara digital guna mempercepat pelayanan dan meminimalkan hambatan birokrasi. Sementara itu, hotel yang sudah memiliki izin operasional tahunan tidak diwajibkan mengikuti skema lisensi musiman ini.

Penerapan lisensi musiman ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam memodernisasi penyelenggaraan haji. Integrasi teknologi digital, penguatan regulasi, serta peningkatan kualitas layanan diharapkan mampu menjadikan pengalaman haji lebih aman, nyaman, dan tertata.

Ke depan, kebijakan ini juga membuka jalan bagi pengembangan sektor pariwisata religi yang berkelanjutan di Makkah dan Madinah, sejalan dengan transformasi besar Arab Saudi dalam mengelola destinasi keagamaan kelas dunia. khu, nas

Pos terkait