
Rektor UGM Prof Ova Emilia
YOGYAKARTA (wartadigital.id) – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menggelar halal bihalal di kampus Selasa, 15 April 2025. Dalam acara itu, kelompok yang kembali mengangkat isu ikojazah palsu Jokowi akan hadir sekaligus juga untuk mengonfirmasi dokumen akademik Joko Widodo. Selain keaslian ijazah, Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) juga ingin memastikan kebenaran skripsi yang tidak memiliki lembar pengesahan dosen penguji.
“Besok saya akan datang ke Universitas Gadjah Mada bukan untuk mencari masalah, tapi untuk mencari kebenaran,” kata Rismon Sianpiar, salah satu alumni, Senin (14/4/2025).
Menurut Rismon, di Indonesia kebenaran itu sangat mahal karena untuk memperjuangkannya ia harus mendapat teror segala macam.
Berdasarkan keterangan yang diterima TPUA, dan pakar telematika, dr Roy Suryo, Rektor UGM Prof Ova Emilia tidak hadir. “Ibu Ova Emilia berhalangan hadir. Saya mendapat informasi, kabar angin, Ova Emilia mendapat tekanan politik atau yang lain,” ujarnya.
Dia meminta agar marwah UGM dikembalikan ke jalan yang benar demi Ibu Pertiwi, bukan untuk seorang inividu. “Kembalikan rakyat, bahwa UGM harus memiliki integritas, moralitas akademik, yang harus berada di atas tekanan politik sebesar apapun,” tegasnya.
Menurut ahli digital forensik tersebut, seharusnya tekanan politik diabaikan. “Jangan itu dipertimbangkan sama sekali, kembalikan UGM, UGM harus kembali ke jalur untuk mencerdaskan bangsa, untuk ibu pertiwi berdarma bakti, hanya untuk ibu pertiwi, untuk kejayaan bangsa Indonesia,” kata Rismon.
Di luar untuk itu adalah keputusan salah. Ia memohon pada 15 April, Rektor UGM untuk menyempatkan datang, tapi jangan di Fakultas Kehutanan. Ruangan sempit, ruang 109 itu ruang apa, sempatkankah datang, janganlah berhalangan.
Pihaknya meminta Rektor agar menghargai tamu, agar diselesaikan semua persoalan ini. “Jujurlah, jujur itu simpel, tidak rumit, tidak perlu mengadakan sesuatu yang tidak ada,” ungkapnya
Rismon tidak menampik bahwa kemungkinan Rektor UGM mendapat tekanan yang kuat, akan tetapi kejujuran itu diungkapkan, maka beban ibu, akan jauh lebih ringan, apapun risikonya. “Nilai kejujuran, berdasarkan data-data dan berkas UGM, akan menjadi ringan dan bisa diangkat sebagai pahlawan kejujuran akademik. Saya tahu ibu menanggung beban, dapat tekanan intervensi politik dari atas,” ungkapnya.
Rismon mendapat informasi, bahwa pihaknya bersama Roy Suryo dkk akan diterima di ruang 109, dengan ruangan sempit hanya dibatasi 5 orang. “Terbukalah, jujurlah, sehingga rakyat akan memuji integritas UGM, bukan dicibir di media sosial,” kata dia.
Rismon mengaku sudah memiliki analisis ilmiah. Hal ini untuk mengantisipasi jika UGM masih bersikeras menyatakan ijazah dan skripsi Jokosi asli. rmo





