Disdikdaya Beri Pendampingan Kombel dan Pemanfaatan Chromebook

Kegiatan diikuti 96 guru dari masing-masing Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memberikan pendampingan komunitas belajar (kombel) dan pemanfaatan Chromebook sebagai penunjang pembelajaran bagi guru di Aula SDN Pajurangan Kecamatan Gending, Rabu dan Kamis (7-8/8/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 96 orang guru dari masing-masing Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Mereka dipandu oleh narasumber Ali Sadikin dari SMAN 1 Bantaran dan Purwanti dari SMPN 1 Paiton.

Bacaan Lainnya

Harapannya kedua narasumber bisa memberikan fitur-fitur ataupun cara-cara untuk memudahkan bagi guru-guru dalam penyajian pembelajaran di kelas dengan menggunakan chromebook yang ada di satuan pendidikan.

“Kegiatan ini menghadirkan sekolah-sekolah penerima chromebook. Dari sekian sekolah kita tentukan 96 orang guru dari masing-masing korwil sejumlah 4 guru. Artinya kegiatan ini ingin betul-betul komunitas belajar memaksimalkan Chromebook yang ada di satuan pendidikannya masing-masing,” kata Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi melalui Analis Kebijakan Muda Like Widyawati.

Menurut Like, sementara ini mungkin pemanfaatan Chromebook masih belum maksimal. Artinya guru-guru belum begitu memanfaatkan chromebook. “Dalam chromebook itu kita bisa menggunakan banyak media untuk pembelajaran. Selain itu menampilkan beberapa tampilan pembelajaran menarik yang bisa disajikan lewat chromebook tersebut. Masih banyak lagi tugas-tugas yang bisa diberikan kepada siswa melalui media chromebook yang ada di satuan pendidikannya,” ujarnya.

Like mengharapkan chromebook ini betul-betul dimanfaatkan dengan baik di satuan pendidikan. Karena chromebook ini bisa memudahkan bagi guru-guru menentukan media ajar dan bagaimana menyusun berbagai tugas-tugas ataupun lembar kerja bagi siswa sekiranya bisa dilaksanakan baik secara daring ataupun secara luring.

“Komunitas belajar perlu sekali untuk digerakkan karena dengan semangat para guru nanti untuk bangkit bersama menggiatkan komunitasnya. Bagaimana sekiranya media ajar lebih bervariatif dan menjadikan anak-anak betul-betul merdeka dalam belajar,” kata dia. oli, ins