Disnaker Kabupaten Pasuruan Berdayakan Warga Desa melalui Mobile Training Unit

Kegiatan sudah berjalan dengan alokasi pelatihan selama 30 hari kalender

PASURUAN (wartadigital.id)
Selain menggelar pelatihan di dalam UPT LKD, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan juga jemput bola melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi Gelombang 2 Mobile Training Unit (MTU) ke desa-desa.

Total ada 7 desa yang telah menerima program ini, di antaranya Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang. Kemudian Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan; Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo; Desa Dompo, Kecamatan Kraton, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto mengatakan, tujuan digelarnya MTU tak lain untuk memfasilitasi warga yang hingga kini masih belum mendapatkan pekerjaan.

Praktiknya, pihak pemerintah desa terlebih dulu mengusulkan jenis pelatihan yang diberikan Disnaker. Setelah itu barulah dilakukan verifikasi hingga pelaksanaan pelatihan itu sendiri.

“Kita menjemput bola, kita latih masyarakat untuk mengikuti pelatihan di balai desa atau tempat yang telah disepakati bersama. Sesuai permohonan desa, minat dan bakat masyarakat, dikelompokkan sehingga kami siapkan mentor dan kirim ke desa,” kata Heru di sela-sela kesibukannya, Selasa (21/10/2025).

Selain diberikan materi teknis terkait dengan kejuruan pelatihan yang akan diberikan oleh instruktur, peserta juga dibekali keterampilan softskill terkait kewirausahaan.

Kata Heru, kegiatan sudah berjalan dengan alokasi pelatihan selama 30 hari kalender. Dimana per paket terdiri dari 16 orang peserta pelatihan.

“Seperti di Desa Kedungpengaron Rembang ada pelatihan membatik yang telah kami berikan kepada warga di sana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kepala UPT LKD, Muhammad Farid Ardiansyah menambahkan pelatihan MTU meliputi pelatihan membatik, menjahit pakaian, processing hasil makanan minuman, serta pembuatan roti dan kue.

Selama mengikuti MTU, para peserta mendapatkan banyak fasilitas mulai dari pengganti uang transport, seragam olahraga, sepatu, tas dan peralatan ATK, bahan praktik hingga asuransi ketenagakerjaan. “Sama dengan pelatihan di BLK Rejoso. Cuma beda tempatnya saja,” katanya. sur

Pos terkait