DKPP Bojonegoro Berikan Pelatihan Budidaya Tembakau Sesuai GAP di Kabupaten Probolinggo

DKPP Kabupaten Bojonegoro menggelar pelatihan budidaya tembakau sesuai Good Agricultural Practices di Kabupaten Probolinggo (12-14/9/2024)

PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menggelar pelatihan budidaya tembakau sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kabupaten Probolinggo selama 3 (tiga) Kamis hingga Sabtu (12-14/9/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, Kelompok Tani (Poktan) Lamur Jaya di Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan dan gudang tembakau CV. TP Sumber Sejahtera di Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro nomor 520/1836/412.221/2024 tertanggal 26 Agustus 2024 perihal Pemberitahuan Jadwal Pelaksanaan Pelatihan Budidaya Tembakau Sesuai GAP.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang peserta yang terdiri dari Kepala Bidang TPHP serta Kepala Bidang Petugas DKPP Kabupaten Bojonegoro. Selain itu ada PPL dan petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro.

Selama pelatihan, mereka dipandu oleh sejumlah narasumber dari Kabupaten Probolinggo yang berkompeten di bidang pertembakauan. Mulai dari Diperta Kabupaten Probolinggo, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Ketua Kelompok Tani dan Pemilik Gudang Tembakau.

Plt. Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Yahyadi membuka pelatihan dengan menyampaikan materi mengenai kebijakan perkebunan di Kabupaten Probolinggo. “Pentingnya kerjasama antara pemerintah, petani dan pabrikan dalam menjaga kestabilan produksi dan kualitas tembakau,” katanya.

Yahyadi menerangkan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar dalam pertembakauan dengan luas areal tanam mencapai 10.485 hektar di tahun 2024. Varietas unggulan seperti tembakau Paiton VO mendominasi dengan luas 9.210 hektar.

Disusul tembakau Menyono seluas 1.195 hektar dan tembakau Kasturi seluas 80 hektar. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas tembakau dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menjelaskan tentang akses pasar tanaman perkebunan di Probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro dari hulu ke hilir. Petani juga harus memiliki wawasan bagaimana menjangkau pasar yang lebih luas dan mengembangkan kemitraan dengan pabrikan tembakau,” ujarnya.

Selanjutnya, evaluasi dan analisis usaha tani tanaman tembakau disampaikan oleh JF Pengawas Benih Tanaman Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Evi Rosella.

Ia memaparkan pentingnya pemilihan benih yang tepat serta pengelolaan lahan yang baik agar dapat memaksimalkan hasil panen. Dalam sesi ini, para petani diajarkan cara menganalisis potensi keuntungan dari usaha tani tembakau berdasarkan kondisi lahan dan iklim.

Ketua APTI Kabupaten Probolinggo, H. Mudekkir turut memberikan materi tentang peranan kelembagaan petani dalam menunjang peningkatan produksi tanaman perkebunan. “Kelembagaan yang kuat akan memperkuat posisi tawar petani di hadapan pabrikan, sehingga harga tembakau tidak mudah dipermainkan,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, Ketua Poktan Barokah 04 Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran berbagi pengalaman mengenai budidaya tembakau varietas Paiton VO yang menjadi salah satu varietas unggulan di Kabupaten Probolinggo. Ia menjelaskan teknik-teknik budidaya yang sesuai dengan standar GAP, termasuk pengendalian hama dan penyakit serta manajemen pemupukan.

Ketua Poktan Abdi Tani Tiga Desa Alas Tengah Kecamatan Paiton memberikan wawasan tentang pengelolaan pasca panen tembakau Paiton VO. Ia menjelaskan proses pengeringan dan penyimpanan yang baik untuk menjaga kualitas daun tembakau hingga tiba di tangan pabrikan.

Sedangkan Kepala Gudang Tembakau CV. TP Sumber Sejahtera yang menjadi salah satu mitra penting dalam rantai pasokan tembakau di Kabupaten Probolinggo memaparkan standar proses produksi tembakau yang diterapkan di gudangnya. Ia menyampaikan pentingnya menjaga standar kualitas agar tembakau yang diproduksi dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Sebagai penutup, Prof. Jayadi, seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan materi tentang peluang usaha tani tembakau di era digitalisasi. “Penggunaan teknologi dan digitalisasi dapat membuka peluang baru bagi petani tembakau dalam memasarkan produknya secara lebih luas dan efisien,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari, para peserta dari DKPP Kabupaten Bojonegoro menyatakan kepuasan mereka. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam hal pemahaman mengenai jenis varietas tembakau yang ditanam, cara budidaya yang baik, pengelolaan pasca panen serta akses pasar tembakau.

“Kami berharap ilmu yang didapatkan selama pelatihan ini dapat diterapkan di Kabupaten Bojonegoro, sehingga petani tembakau bisa lebih meningkatkan kualitas produksinya. Melalui kerjasama dengan pabrikan dan lembaga lainnya, kami berharap petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan tidak lagi mengalami masalah harga yang tidak stabil,” katanya.

Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menambahkan bahwa Kabupaten Probolinggo dengan luas areal tembakau yang signifikan memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola sektor pertembakauan secara optimal.

“Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas tembakau dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Program peningkatan kualitas bahan baku dan pembinaan lingkungan sosial yang didanai oleh DBHCHT diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertanian tembakau di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

“Dengan adanya regulasi PMK 215/PMK.07/2021 dan Surat Edaran Dirjenbun Nomor 477/LB.030/E/II/2022, diharapkan program-program ini mampu mendukung petani tembakau dalam menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan pasar yang semakin ketat,” kata dia. oli, boe

Pos terkait