Ekonom Core Ingatkan Risiko Penghematan Anggaran Rp 750 Triliun ala Prabowo

Istimewa
Prabowo Subianto

JAKARTA (wartadigital.id)  — Ekonom melihat efisiensi ala Prabowo yang mencapai Rp 750 triliun dapat berdampak positif terhadap ekonomi, tetapi juga berisiko gagal jika tidak dikelola dengan baik.   Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan bahwa penghematan senilai Rp 750 triliun atau sekitar 44 miliar dolar AS akan digunakan 24 miliar dolar AS untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sisanya diinvestasikan di Danantara.

Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menyampaikan pada dasarnya program MBG dapat menstimulasi perekonomian dengan catatan, jika program ini tepat sasaran dalam mendukung UMKM serta mengurangi kesenjangan.  “Investasi jangka panjang melalui Danantara berpotensi menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur, pendidikan, atau teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing,” ujarnya, Minggu (16/2/2025).

Bacaan Lainnya

Selain itu, penghematan anggaran yang dilakukan dengan tepat bisa menjadi sinyal positif bagi investor tentang komitmen pemerintah dalam menjaga defisit fiskal dan meningkatkan efisiensi pengeluaran.  Meski demikian, Yusuf melihat saat ini sumber penghematan yang masih belum jelas menjadi tantangan tersendiri dan menghadirkan risiko.

Jika pemotongan anggaran justru berdampak pada layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan, konsekuensinya justru kontraproduktif.  Selain itu, efektivitas program MBG bergantung pada ketepatan target dan transparansi distribusi untuk menghindari kebocoran, sementara investasi Danantara perlu diarahkan ke sektor yang memiliki multiplier effect tinggi agar tidak terbuang pada proyek mercusuar atau sektor non strategis.

Oleh karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada implementasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.  Menurutnya, Jika penghematan berasal dari sektor tidak produktif dan MBG didistribusikan secara tepat, serta investasi Danantara diarahkan pada proyek strategis dengan tata kelola yang baik, maka dampaknya tentu positif.  “Lain halnya jika penghematan justru merugikan layanan dasar dan investasi tidak dikelola dengan baik, maka kebijakan ini berisiko gagal dan Rp 750 triliun hanya akan menjadi angka tanpa dampak nyata bagi ekonomi,” jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan penghematan dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, penyisiran anggaran oleh Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati, dan berhasil menghemat Rp 300 triliun dari BA BUN.

Penghematan putaran kedua sejumlah Rp 308 triliun berasal dari penyisiran APBN sampai ke satuan 9, namun Rp 58 triliun diantaranya akan dikembalikan ke 17 K/L. Putaran terakhir, berasal dari dividen BUMN Rp 300 triliun, tetapi Rp 100 triliun dikembalikan untuk modal kerja.   “Jadi totalnya kita punya Rp 750 triliun,” ungkapnya dalam HUT ke-17 Gerindra di Bogor, Sabtu (15/2/2025). bis