
PASURUAN (warta digital.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo melakukan perubahan pola komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat. Pada Pemilihan Kepala daerah (pilkada) serentak Tahun 2024 ini, KPU Sidoarjo akan lebih banyak menggunakan pola komunikasi dan sosialisasi dengan menggunakan media baik media massa maupun media sosial.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua KPU Sidoarjo Fauzan Adhim di sela-sela kegiatan Media Gathering Peran Media dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak di Royal Tretes View Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (27/7/2024).
“Pada Pilkada tahun ini, kami menargetkan di atas 80 persen untuk tingkat partisipasi masyarakat, ” kata Fauzan.
Fauzan menjelaskan pada Pilkada sebelumnya tingkat partisipasi masyarakat sebesar 71 persen. Maka untuk mencapai target tingkat partisipasi masyarakat, maka pihaknya melakukan perubahan pola komunikasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah pada 27 November 2024 mendatang.
“Untuk tahun ini, kami akan lebih banyak menggunakan pola komunikasi dan sosialisasi melalui media, baik media massa maupun media sosial. Walaupun kegiatan sosialisasi secara langsung tetap kami lakukan, ” jelasnya.
Fauzan menambahkan untuk komunikasi dan sosialisasi melalui media sosial, KPU Sidoarjo akan lebih aktif dalam meng-upload sosialisasi tersebut melalui instagram, Facebook, tiktok bahkan juga podcast.
“Selain itu juga menjalin sinergis dengan media massa sebagai menyambung informasi ke masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan media gathering ini, ” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Mokhamad Yasin , Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakarat SDM menyampaikan kegiatan ini diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi kewartawanan yang ada di Kabupaten Sidoarjo di antaranya dari Aliansi Jurnalis Sidoarjo (AJS), Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), Ikatan jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), KWRI dan PWI. Acara yang dibagi menjadi 2 gelombang yaitu gelombang pertama mulai Jumat-Sabtu (26-27/7/2024) dan gelombang kedua pada Sabtu-Minggu (27-28/7/2024).
Sementara pembicara atau nara sumber dari akademisi Dr Sholikh Al Huda SHI M FLI. Dengan materi “Peran media sosial dalam mempengaruhi opini publik dalam penyelenggaraan Pilkada 2024”. Dia memaparkan panjang lebar tentang empat pilar demokrasi di Indonesia yaitu pilar kekuasaan atau eksekutif, legislatif, yudikatif dan media massa.
Dia menjelaskan kenapa media menjadi salah satu pilar keempat demokrasi Indonesia karena posisi dan fungsi media itu sangat vital di tengah-tengah proses demokratisasi di Indonesia. Media sebagai fungsi kontrol penyeimbang di dalam pengelolaan bernegara, Artinya kalau tidak ada media maka proses perjalanan pemerintah pasti tidak terkontrol. Fungsi dan posisi media itu menjadi pilar yang keempat sebab berposisi dan berfungsi sebagai representasi dari kepentingan masyarakat, kekuatan media itu luar biasa pengaruhnya terhadap perubahan di masyarakat.
Sedangkan penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum dan berbagai pihak terkait menekankan pentingnya kerjasama dalam mewujudkan Pilkada Sidoarjo yang aman bersih dan demokratis.
Acara tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya membangun sinergitas antara penyelenggara, media, akademisi, dan masyarakat.
Salah satu poin penting yang ditekankan penyelenggara adalah perlunya menangkal praktik politik uang. Peserta acara sepakat untuk bersama-sama mengkampanyekan penolakan terhadap segala bentuk suap dalam Pilkada.
Selain itu, pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan independen juga menjadi sorotan. sis