
PONOROGO (wartadigital.id) – Suasana haru selalu terulang di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo setiap pelepasan rombongan jemaah calon haji (JCH). Bahkan, keharuan itu berlangsung dua kali ketika JCH yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUG 19 dan SUG 20 berangkat pada Minggu (26/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 dan selang enam jam kemudian sekitar pukul 07.00.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ikut trenyuh tatkala memberangkatkan dua gelombang JCH menuju Asrama Haji Sukolilo itu. Keharuan semakin terasa bersamaan bacaan Talbiyah menggema. Mayoritas jemaah berlinang air mata ketika anggota keluarga dan sanak saudara memberikan pelukan atau melambaikan tangan pertanda selamat jalan.
“Mohon seluruh jemaah senantiasa menjaga niat serta perilaku selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tutur Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– yang seorang hajah itu.
Ponorogo menyumbang jemaah calon haji dengan jumlah cukup besar. Kloter SUG 19 terdiri 380 orang dan kloter SUG 20 terdiri 177 orang. Mereka akan berada di Arab Saudi sebulan lebih dengan jadwal tiba di pondok pada 5 Juni tengah malam memdatang.
Bunda Lis juga berpesan agar para jemaah menjaga kekompakan dengan menanggalkan ego masing-masing. Mereka seyogianya meluruskan hati semata untuk beribadah. “Saya menitipkan doa kepada para jemaah untuk Kabupaten Ponorogo senantiasa mendapatkan keberkahan, kemajuan, serta jauh dari segala marabahaya,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Ponorogo Marjuni menjelaskan, pihaknya memastikan kesiapan seluruh aspek pelayanan kepada para jemaah calon haji. Mulai dari transportasi, pendampingan, hingga layanan kesehatan. “Jemaah asal Ponorogo lebih dulu transit di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum terbang ke Arab Saudi,” ungkapnya.
Marjuni meminta para jemaah tidak sungkan-sungkan berkoordinasi dengan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang di dalamnya ada petugas kloter, tim pemandu, tim pembimbing, termasuk tim kesehatan. Pada musim haji, ada jutaan jemaah dari berbagai negara yang menjalankan ibadah di Tanah Suci. ono





