Halal Bihalal Keluarga Besar Humas Setdaprov Jatim Gayeng, Disuguhi Nasi Boranan Khas Lamongan

Mantan Bupati Lamongan dua periode (1989–1994 dan 1994–1999) H Moch Faried SH selaku tuan rumah memberikan kata sambutan, Rabu (16/4/2025).

SURABAYA (wartadigital.id) – Setiap tahun keluarga besar mantan Karyawan Biro Humas Setdaprov Jatim menggelar halal bihalal.  Selain sebagai ajang bermaaf-maafan, kumpul-kumpul usai lebaran ini juga menjadi ajang untuk memperkuat tali silaturahmi.

Tahun ini, acara digelar di kediaman mantan Bupati Lamongan dua periode (1989–1994 dan 1994–1999) H Moch Faried SH di kawasan Nginden Timur, Rabu (16/4/2025) pagi.  Sebelum menjadi Bupati Lamongan, Faried pernah menjadi Kepala Biro Humas Setdaprov Jatim di era Gubernur Wahono karena itu memiliki kedekatan emosional dengan karyawan di sana.

Bacaan Lainnya

Tampak hadir Mantan Kabiro Umum Setdaprov Jatim Ali Sya’roni,  Mantan Sekda Ponorogo Tony Soenarto yang pernah menjadi Kepala Biro Humas Setdaprov Jatim di era Gubernur Basofi Soedirman. Juga tampak sejumlah wartawan senior yang biasa meliput di lingkungan Pemprov Jatim.

Ketua Panitia Halal Bihalal, Soehardjo Bagus menjelaskan, rencana semula acara halal bihalal akan digelar di Kebun Wonosalam Jombang milik H Moch Faried SH. Namun setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, diputuskan acara digelar di kediaman Moch Faried di Surabaya.

“Banyak pensiunan yang sudah berumur, kalau lokasi acara halal bihalal terlalu jauh mereka kurang berkenan. Apalagi di daerah Jombang kadang-kadang masih hujan, mereka memilih digelar di Surabaya saja,” katanya.

Foto bersama mantan karyawan Biro Humas Setdaprov Jatim saat menggelar halal bihalal di kediaman mantan Bupati Lamongan H Moch Faried SH di kawasan Nginden Timur, Rabu (16/4/2025) pagi.

Sementara itu Moch Faried mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang berkenan hadir di kediamannya untuk berhalal bihalal.  Meski tidak lama sebagai Kepala Humas Setdaprov Jatim yakni pada tahun 1985–1989, Faried mengaku memiliki ikatan emosi yang kuat dengan jajarannya. Kebersamaan yang terjalin ini yang membuatnya ingin selalu hadir jika diundang untuk kumpul-kumpul dengan para mantan karyawan Biro Humas. “Tahun ini saya yang didapuk sebagai tuan rumah, berkah bagi saya. Saya ingin hadirkan sesuatu yang unik,  nasi boranan, nasi khas Lamongan untuk teman-teman semua. Semoga berkenan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Faried juga mengungkap jasa besar pendiri Surabaya Post, Abdul Aziz dan Toeti Aziz dalam perjalanan kariernya. Dia mengakui keduanya banyak memberikan dana, berbagai fasilitas, ide untuk pengembangan karier mulai saat berdinas sebagai Humas Pemkot Surabaya hingga menjadi Bupati Lamongan. “Biasanya kan malah Pemkot Surabaya atau Pemprov Jatim yang memberikan bantuan ke wartawan. Kalau ini sebaliknya, wartawanlah yang membantu Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. Ada banyak bantuan, berupa uang hingga sarana prasarana dan berbagai fasilitas saat itu, ” kata Faried yang meniti karier sebagai PNS dimulai dari staf di Dinas Tanah dan Rumah Kota Madya Surabaya pada 1966.

Ayah 3 puteri ini bercerita, saat menjadi Bupati Lamongan, APBD kabupaten ini kecil.  APBD Lamongan, bahkan jauh lebih kecil dari alokasi anggaran di Biro Humas Setdaprov Jatim saat itu.

Toeti Aziz memberikan bantuan kepadanya untuk membangun Lamongan. Toeti Aziz meninggalkan cek seraya bilang titip untuk anak-anak. Maksudnya bukan untuk anak-anak kandung Faried, tapi untuk warga Lamongan. “Cek ditaruh dalam amplop tertutup, diserahkan saya. Begitu Bu Toeti meninggalkan pendopo dan saya buka ternyata ceknya belum ditandatangani. Padahal saya sudah bilang Pak Sekda agar cek dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. Ini salah satu kenangan tak terlupakan dalam hidup saya,” katanya seraya tertawa.

Hingga pada suatu waktu, setelah janjian dia  sowan ke Toeti Aziz di Surabaya. Setelah berdiskusi banyak hal sebelum pamit ke Lamongan, Faried menyerahkan cek yang belum ditandatangani. “Bu Toeti Aziz kaget tahu cek yang diberikan belum ditandatangani. Itu sepenggal kenangan saya dengan pendiri Surabaya Post. Ada banyak kenangan indah. Terima kasih telah mengiringi perjalanan karier saya, berjasa besar ikut membantu saya dalam mengemban amanah. Di mata saya Pak Azis adalah guru saya, Pak Azis dan Ibu Azis orang-orang hebat dan gemar menolong,” katanya.

Bergembira bersama dengan iringan musik electone.

Dalam kesempatan itu Tony juga memberitahukan jika pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Jatim akan terbentuk. Dalam susunan pengurus itu, beberapa di antaranya diambil dari para mantan karyawan Biro Humas, termasuk Tony sendiri. “Pengurus akan dilantik dalam waktu dekat, mohon doanya agar tugas yang diemban nanti berjalan lancar dan kami dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung ,” katanya.

Sementara itu Ali Murtadlo, mantan wartawan Jawa Pos didapuk memberikan tausiyah kepada pada  undangan. Dalam tausiyahnya dia mengingatkan agar kita tidak meninggalkan anak dan keturunan yang lemah dan sebaliknya mampu menciptakan generasi yang kuat secara fisik dan intelektual, kita sebagai orangtua harus bertakwa dan selalu bicara yang baik. Kalau tidak bisa bicara  baik, pesan Nabi Muhammad adalah diam. “Jika kita beriman dan percaya pada hari akhir, maka bicaralah dengan tutur kata yang baik, bicara benar, lemah lembut, sopan. Semua sudah ada tuntutannya dalam Al-Qur’an surat An Nisa,” katanya. nti

 

Pos terkait