Inflasi Gresik Maret 2026 Masih Terkendali di Angka 0,98 Persen Meski Jelang Lebaran

Komoditas utama pendorong inflasi secara bulanan didominasi oleh kelompok bahan pangan

GRESIK (wartadigital.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta tingkat penghunian kamar hotel di Kabupaten Gresik Bulan Maret 2026.

Kabupaten Gresik mencatat inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,98 persen pada Maret 2026. Secara tahunan (year on year), inflasi mencapai 3,16 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date) berada di angka 1,29 persen.

Bacaan Lainnya

Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Februari 2026 yang bertepatan dengan awal Ramadan, namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode Lebaran tahun sebelumnya, Maret 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menjelaskan, kenaikan inflasi pada Maret 2026 tidak terlepas dari meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Inflasi pada Maret 2026 yang bertepatan dengan momen Lebaran tercatat lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang bertepatan dengan awal Ramadan,” ujarnya.

Komoditas utama pendorong inflasi secara bulanan didominasi oleh kelompok bahan pangan, seperti udang basah, daging ayam ras, ikan bandeng, ikan mujair, daging sapi, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Sementara itu, beberapa komoditas yang menahan laju inflasi antara lain cumi-cumi, emas perhiasan, dan buah melon.

Ia juga menambahkan, penurunan harga emas dunia turut memengaruhi harga emas perhiasan di dalam negeri, sehingga menjadi salah satu faktor penahan inflasi.

“Harga emas di pasar internasional mengalami penurunan dibandingkan Februari 2026 sehingga turut memengaruhi perkembangan harga emas perhiasan dan memberikan andil deflasi,” kata dia.

Dari sisi andil inflasi, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 0,88 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun sebaliknya, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya justru memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen, dengan emas perhiasan sebagai komoditas utama penyumbang deflasi.

“Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi pada Maret 2026, dengan emas perhiasan sebagai penyumbang terbesar,” tambahnya.

Secara tahunan, komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi antara lain tarif listrik, daging ayam ras, emas perhiasan, ikan bandeng, dan udang basah. Sementara komoditas seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, bensin, dan ikan mujair berperan sebagai penahan inflasi.

Menariknya, meskipun seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi bulanan, Kabupaten Gresik mencatat tingkat inflasi tahunan terendah, yakni sebesar 3,16 persen.

Di sisi lain, perkembangan sektor perhotelan menunjukkan tren penurunan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Gresik pada Februari 2026 tercatat sebesar 59,00 persen, turun 7,91 poin dibandingkan Januari 2026, serta menurun 6,99 poin dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, TPK hotel non bintang berada di angka 38,43 persen, juga mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Meski demikian, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) justru mengalami peningkatan. RLMT tamu nusantara di hotel bintang mencapai 1,90 malam, sedangkan tamu asing tercatat sebesar 2,65 malam.

Secara keseluruhan, dinamika inflasi di Gresik pada Maret 2026 menunjukkan kuatnya pengaruh momentum musiman Lebaran, terutama pada kelompok bahan pangan, di tengah adanya faktor penahan inflasi dari komoditas tertentu seperti emas perhiasan. fei, ges

Pos terkait