Jelang Ramadan 1446 H, Baznas Jatim Targetkan Kumpulkan Zakat hingga Rp 6 Miliar

Dok
KH Ali Maschan Moesa

SIDOARJO (wartadigital.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menargetkan bisa mengumpulkan zakat sebesar Rp 6 miliar selama Ramadan 1446 Hijriyah/2025, meningkat dibandingkan capaian pada Ramadan sebelumnya yang sebesar Rp 3 miliar.

Ketua BAZNAS Jatim KH Ali Maschan Moesa, mengaku optimistis target tersebut tercapai terutama dengan momentum pelantikan kembali Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

“Kami yakin dengan kepemimpinan Bu Khofifah, pengumpulan zakat akan semakin mudah,” katanya usai Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Persiapan Ramadan 2025 di Jl Juanda Sidoarjo, Senin (3/2/2025).

Meski demikian, Ali Maschan menyatakan kondisi ekonomi belum stabil meskipun telah meningkatkan targetnya dua kali lipat. “Kalau menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan turun, tetapi kami melihat kesenjangan sosial semakin tinggi. Banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), serta UMKM, ultra mikro mengalami kendala,” ujarnya.

Dia berharap dengan meningkatnya target BAZNAS ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang terimbas pada ketidakstabilan perekonomian khususnya di Jawa Timur. Namun, ia mengungkapkan masih terdapat tiga kabupaten di Jawa Timur yang belum optimal dalam koordinasi terkait zakat. “Kami meminta Pemprov Jatim untuk memfasilitasi koordinasi ini karena aturan pemerintah pusat sudah jelas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Jatim Imam Hidayat, menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui BAZNAS telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. “Zakat profesi bagi ASN Pemprov Jatim secara otomatis dipotong dari gaji melalui Bank Jatim, sehingga langsung tersalurkan ke BAZNAS,” ujarnya.

Kebijakan pemotongan zakat ASN ini terbukti mampu meningkatkan potensi penghimpunan dana zakat sepanjang tahun 2024, yang kemudian disalurkan untuk berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. ara

Pos terkait