Ketua KONI Jatim Berharap Woodball Ada Even 4 Kali Setahun

Pelantikan Pengprov IWbA Jatim Periode 2025-2030

SURABAYA (wartadigital.id) – Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyatakan optimismenya terhadap kepengurusan IWbA Jatim yang baru. Ia menilai dukungan PB IWbA serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi modal penting dalam meningkatkan prestasi.

“Yang terpenting adalah evaluasi berkelanjutan dan memerbanyak even. Idealnya minimal empat kali kejuaraan dalam setahun di Jawa Timur. Kalau even sedikit, sulit mengukur prestasi dan regenerasi atlet,” kata Nabil, hadir pada pelantikan Pengprov IWbA Jatim, periode 2025-2026, di Surabaya, Minggu (25/1/2026).

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IWbA, Aang Sunadji, usai pelantikan dan pengukuhan Pengprov IWbA Jawa Timur, menyebut, potensi atlet woodball Jawa Timur sangat besar, terutama dari sisi mental bertanding. Ia bahkan menargetkan peningkatan jumlah atlet nasional yang berasal dari Jawa Timur.

“Harapannya sangat besar. Dengan pengurus yang baru, saya ingin atlet yang masuk tim nasional bisa bertambah. Sekarang ada empat, ke depan saya berharap bisa delapan atlet nasional, khususnya dari Jawa Timur,” ujar Aang.

Menurutnya, capaian atlet Jatim pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) menjadi indikator kuat bahwa pembinaan sudah berjalan ke arah positif. Mental petarung yang dimiliki atlet Jatim dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam proses latihan maupun kompetisi.

Tak hanya di level nasional, PB IWbA juga menargetkan prestasi internasional dalam waktu dekat. Sejumlah agenda besar telah menanti sepanjang tahun 2026, di antaranya World Cup Woodball di Malaysia pada April, Hongkong Open, Malaysia Open, Indonesian Open di Bali pada Agustus, serta Taiwan Open dan General Assembly International Federation di akhir tahun.

Ditegaskan oleh Ketua Umum Pengprov IWbA Jawa Timur, Ali Kuncoro, IWbA Jatim siap menjalankan amanah dengan kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa potensi atlet Jatim harus dibuktikan melalui program kerja yang terukur.

“Ini amanah besar. Tidak ada kata lain selain bekerja lebih baik dan membuktikan harapan yang sudah disampaikan,” ujar Ali.

Ali menyebut pihaknya akan bersinergi dengan PB IWbA, KONI Jatim, Dispora, serta menggandeng perguruan tinggi untuk penguatan sport science. Dari sisi kompetisi, Pengprov IWbA Jatim menargetkan minimal dua hingga tiga kejuaraan provinsi pada tahun ini sebagai tahap awal.

Selain pembinaan atlet, Pengprov juga fokus pada peningkatan kualitas pelatih, wasit, serta penyelenggaraan even agar woodball tidak hanya “jago kandang”, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dalam waktu dekat, Pengprov IWbA Jatim juga akan memercepat konsolidasi pembentukan kepengurusan di 11 daerah yang belum terbentuk, termasuk Tulungagung.

“Publikasi harus kuat, event harus sering digelar, dan kepengurusan harus solid hingga kabupaten/kota. Dengan itu, woodball akan semakin dikenal dan diminati masyarakat,” kata Ali. koi, jat

Pos terkait