
Binance menyatakan telah memulihkan 90% dari aset senilai 6,3 miliar dolar AS atau setara Rp 114 triliun yang dicuri dalam serangan siber terhadap platform tersebut.
JAKARTA (wartadigital.id) – Bursa aset kripto Binance menyatakan telah memulihkan 90% dari aset senilai 6,3 miliar dolar AS atau setara Rp 114 triliun yang dicuri dalam serangan siber terhadap platform tersebut dengan menggunakan dana perusahaan untuk membeli kembali token yang hilang. Perusahaan berkomitmen menutup sisa kerugian sebesar 10% dan memastikan insiden tersebut tidak akan membebani nasabah secara finansial. “Kami telah mengganti 90% aset yang dicuri dan berkomitmen menutup sisa 10%. Pengguna kami tidak akan menanggung dampak finansial dari insiden ini,” kata Co-CEO Binance Richard Teng melalui platform X dikutip dari CNA, Senin (2/11/2026).
Binance menyebut sisa 10% aset yang belum dipulihkan terdiri atas token dengan likuiditas lebih rendah sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dibeli kembali. Perusahaan menyatakan telah mengalokasikan sekitar 6,34 miliar dolar AS dana internal untuk menutup kerugian akibat peretasan tersebut. Dana pemulihan berasal dari sejumlah sumber, termasuk sebagian dari Secure Asset Fund for Users (SAFU) senilai 1 miliar dolar AS yang disiapkan untuk melindungi pengguna saat terjadi insiden keamanan, dana asuransi perdagangan berjangka (Futures Insurance Fund), serta kas perusahaan. Langkah tersebut ditempuh setelah serangan siber menyebabkan hilangnya aset kripto dalam jumlah besar dan memicu kekhawatiran pengguna terhadap keamanan dana mereka.
Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) pada Sabtu menyatakan kelompok yang disponsori negara Korea Utara, TraderTraitor bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut FBI, pelaku terpantau mengonversi aset curian ke mata uang kripto Ethereum dan diperkirakan akan melanjutkan upaya pencucian aset.
Teng sebelumnya menyebut peretasan itu sebagai serangan kompleks yang melibatkan laptop yang telah disusupi dan perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk menghapus jejak aktivitas. Setelah insiden tersebut, Binance menghentikan sementara penarikan dana nasabah, tetapi menyatakan pada Sabtu lalu bahwa pembukaan kembali layanan penarikan masih sesuai jadwal, yakni dilakukan pada Minggu.
Selain memulihkan aset, Binance mengambil data terbaru mengenai aset yang tersimpan di platformnya per 31 Oktober pukul 00.00 GMT sebagai bagian dari proses pembuktian cadangan (proof of reserves). Perusahaan menyatakan pemegang 10 token, yakni BTC, ETH, USDT, BNB, SOL, USDC, XRP, USD1, RLUSD, dan ZEC, dapat memverifikasi bahwa aset mereka didukung dengan rasio minimal 1:1 setelah seluruh bukti tersedia. sin