
BANYUWANGI (wartadigital.id) – Mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan motivasi dan mengajak jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banyuwangi untuk bisa memberikan pelayanan terbaiknya pada masa pandemi.
“Di masa pandemi ini, banyak sektor yang kolaps, namun juga ada beberapa sektor lain yang tumbuh. Bahkan, ada beberapa kasus sektor yang seharusnya kolaps, justru bisa tumbuh karena kemasannya berubah,” kata Arief Yahya di hadapan ASN di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis (6/1/2022).
Menurutnya jatuh bangun yang menimpa dunia bisnis, tak jauh berbeda dengan dunia birokrasi. Ada pasang surut yang dialami birokrasi dalam memberikan pelayanan publik. Untuk itu, perlu melakukan pendekatan yang tak jauh berbeda dengan dunia bisnis untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.
Kata mantan Direktur Utama PT Telkom itu, pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan goal yang akan dicapai. Atau dengan kata lain, menentukan target kemenangan yang akan diraih. “Ada banyak kemenangan yang bisa diraih. Tapi, jangan ambil semua kemenangan itu, pilih yang paling terbaik dan memungkinkan,” ujarnya.
Langkah berikutnya, lanjut Arief, adalah menentukan “musuhnya”, Dengan adanya musuh tersebut akan membuat kemenangan yang ditargetkan lebih jelas. “Seperti halnya saat saya masih menjadi menteri, saya menetapkan Malaysia sebagai patokan. Maka, saya kerahkan semua potensi wisata di Indonesia untuk menyalip Malaysia,” katanya.
Dari dua hal tersebut, kata Arief, harus dilengkapi dengan CEO comitment atau leadership dari kepala daerahnya. Ia menyebutkan jika kepemimpinan mempengaruhi sampai 80 persen terhadap keberhasilan suatu program. “Jika pemimpinnya lelet, saya yakin anak buahnya juga lelet. Apa yang ditargetkan pun tidak akan tercapai,” ucapnya.
Untuk memperkuat CEO Comitment itu, kata Arief, setidaknya harus ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin. “Pertama, lakukan deregulasi seluas-luasnya. Buat aturan semudah mungkin, jangan dibuat sulit, apapun motifnya. Justru dengan mempermudah itu, akan memberikan keuntungan bagi semua,” katanya.
Dari deregulasi tersebut, harus dilanjutkan pada proses digitalisasi. Langkah yang terakhir adalah memperbaiki sumber daya manusia-nya. Seperti halnya melakukan capacity building, training dan lain sebagainya.
“Bagi seorang pemimpin, juga perlu merancang kemenangan cepat yang bisa dirasakan secara langsung. Dengan begitu akan memberi legitimasi bagi seorang pimpinan untuk mengajak anak buahnya meraih kemenangan yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan motivasi yang disampaikan oleh Arief Yahya tersebut harus menjadi inspirasi bagi segenap ASN Banyuwangi dalam menjalankan kinerjanya.
Memasuki 2022 ini, Ipuk akan menggerakkan program kolosal yang melibatkan seluruh pemnagku kepentingan dengan tajuk Banyuwangi Rebound. Program percepatan dalam memasuki tahun kedua COVID-19 ini, akan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik dan pemulihan ekonomi. “Motivasi dari para Pak Arief Yahya siang ini, menjadi bekal penting bagi kita untuk melakukan program-program di tengah situasi pandemi ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu,diikuti oleh seluruh jajaran struktural Pemkab Banyuwangi, camat, BUMD, sampai kepala puskesmas dan Korwil Pendidikan di setiap kecamatan. gik