wartadigital.id
Mitra

Masuk 10 Finalis Duta Bahasa Jawa Timur

Cysakaren Diva Pratiwi

 

Cerita capaian prestasi kembali datang dari mahasiswa Universitas Airlangga (Unair). Cysakaren Diva Pratiwi, mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, berhasil  masuk Top 10 Finalis Duta Bahasa Jawa Timur (Dubas Jatim) 2024. Wakil satu-satunya Kota Surabaya itu telah mampu melewati ketatnya seleksi hingga melaju pada puncak penobatan Dubas Jatim sebagai 10 finalis putri.

Duta Bahasa merupakan ajang tahunan Balai Bahasa Kemendikbud Ristek setiap provinsi, salah satunya Jawa Timur. Ajang pemilihan Duta Bahasa menjadi salah satu upaya dalam menjalankan Trigatra Bangun Bahasa. Termasuk jadi ajang mengajak anak muda untuk terlibat dalam merealisasikan Trigatra Bangun Bahasa.

Rancangan tersebut, tampaknya, berhasil menarik Karen untuk ikut serta dalam ajang pemilihan Dubas Jatim 2024. Sebelumnya, Karen sempat menjadi Asisten Muda Walikota Surabaya  dan Duta FIB Unair 2022. Meski demikian, Karen tetap memiliki keinginan untuk mendapat lebih banyak pengalaman di samping kegiatan akademiknya.

“Dengan mengosongkan gelas dan mencari ilmu tentang pengutamaan bahasa Indonesia serta pelestarian bahasa daerah yang selama ini belum banyak saya dapatkan sebelumnya. Itu menjadi tujuan saya mengikuti pemilihan Dubas Jatim,” ungkap Karen.

Sebagai mahasiswa bahasa dan sastra Inggris, Karen, rupanya, telah berpengalaman menjadi pengajar bahasa asing. Karena itu, ia turut membawa The Spirit of Bahasa sebagai krida kebahasaan dalam seleksi Dubas Jatim.  “Saya mengangkat advokasi saya yang bernama The Spirit of Bahasa yang sudah berdiri sejak September 2023,” ujarnya.

Dalam salah satu tahap seleksi, seorang Duta Bahasa harus merancang sebuah krida kebahasaan atau kesastraan. Krida dirancang sebagai sebuah kegiatan ataupun ide gagasan orisinal oleh seorang Duta Bahasa yang akan atau sudah dilakukan jika kelak terpilih.

Melalui krida The Spirit of Bahasa, Karen membangun sebuah komunitas yang memfasilitasi warga asing. Secara sukarela tanpa dipungut biaya, The Spirit of Bahasa akan memberikan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Jadi, seorang Duta Bahasa tidak hanya menerapkan Trigatra Bangun Bahasa pada masyarakat lokal saja, tetapi juga turut merealisasikan wacana ‘Internasionalisasi Bahasa Indonesia’. “Sebagai sebuah komunitas, nantinya memberikan akses pembelajaran BIPA secara gratis. Salah satu tujuan didirikannya komunitas ini ialah sebagai upaya Internasionalisasi bahasa Indonesia,” kata Karen. rya

 

Related posts

Ikut Pertukaran Mahasiswa di Jepang

redaksiWD

Bangga Kain Batik Tuban

redaksiWD

Beasiswa untuk Wong Cilik

redaksiWD