Mencari Sosok Pemimpin Sidoarjo melalui Dialog Publik RPS

Suasana dialog RPS jilid VIII yang digelar di Kedai Bu Atik Jl dr Soetomo no 26 (belakang Lapas Delta), Sabtu (3/8/2024).

 

SIDOARJO (wartadigital.id) – Menjelang Pilkada serentak 27 November 2024, masyarakat Sidoarjo terus mencari sosok pemimpin idaman. Salah satunya dilakukan oleh WAG Ruang Publik Sidoarjo (RPS) dengan menggelar dialog publik.

Bacaan Lainnya

Mencari dan Memilih Calon Pemimpin Sidoarjo 2024  merupakan tema dari dialog RPS jilid VIII yang digelar di Kedai Bu Atik Jl dr Soetomo no 26 (belakang Lapas Delta), Sabtu (3/8/2024). Acara dialog publik RPS pada jilid VIII yang dipandu oleh Nanang Haromain mantan anggota KPU Sidoarjo ini  menghadirkan tiga pembicara yakni H Haris Bacawabup dari PAN, Nur Yahya selaku Ketua Aliansi Jurnalis Sidoarjo (AJS), Abdillah Adhi selaku Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PD Muhammadiyah Sidoarjo.

H Haris Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) dari PAN menyampaikan puji syukur Alhamdulillah pada masih diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT sehingga bisa menghadiri undangan bupati  swasta Sidoarjo H Sujani SSos di forum ini.

“Kebetulan kami sudah dua periode di Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, Komisi A ini membidangi pemerintahan dan hukum. Di dalam kapasitas kami di Komisi A mitra kami BKD, Perizinan, Dukcapil serta semua OPD di Kabupaten Sidoarjo. Dengan didapuknya kami dua periode di Komisi A sehingga kami mengawal pemerintah daerah ini sudah memiliki bekal meskipun tidak banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut bapak dua anak ini menyampaikan pihaknya merasa terpanggil mengapa harus mencalonkan diri  di pilkada 2024. Sebab dia sudah memiliki sedikit ilmu sebagai anggota Komisi A di DPRD Kabupaten Sidoarjo yang mengawal jalannya pemerintah daerah. “Kalau membicarakan APBD kami sudah nglontok hingga 30 tahun ke depan. Kami selalu mengawal APBD kita. Kami juga dua periode di banggar sehingga tahu persis berapa fiskal Kabupaten Sidoarjo.  Kebetulan kami satu misi , pertama yakni meningkatkan pendapatan perkapita, jika pendapatan Sidoarjo meningkat otomatis fiskal juga meningkat,” katanya.

Haris mengatakan ingin meningkatkan kualitas  SDM di Sidoarjo, salah satunya transformasi sosial termasuk pendidikan dan kesehatan. “Harapan kami Sidoarjo ke depan pendididikan dari SD, SMP, SMA bertaraf internasional,” katanya.

Kedua adalah transformasi ekonomi, dalam hal ini harus mampu menciptakan situasi yang kondusif agar UMKM di Sidoarjo berjalan dengan sendirinya. Yang ke tiga yakni transformasi tata kelola pemerintahan, dalam hal ini bagaimana pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan kompetensinya. Ke empat pemantapan infrastruktur yang berkelanjutan dalam hal ini setiap penggantian pimpinan daerah jangan berganti kebijakan karena jika ada pergantian kebijakan yang menjadi korban adalah rakyat. Yang ke lima yakni warga Sidoarjo yang ber KTP Sidoarjo bisa hidup dengan nyaman dan aman.

Sementara itu dari Ormas keagamaan, Abdillah Adi selaku Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik (LHKP) PD Muhammadiyah Sidoarjo menyampaikan pihaknya hanya menyampaikan gambaran (resume) tentang pemimpin Sidoarjo ke depan.

Dikatakannya  rakyat biasa sebenarnya tidak muluk – muluk, mereka menginginkan harga BBM dan sembako bisa stabil. “Dari 2,4 juta warga Sidoarjo yang perhatian terhadap politik itu tidak terlalu besar, mereka lebih banyak tidak tidak tahu. RPS ini merupakan representasi sebagian kecil rakyat yang peduli politik di Sidoarjo,” ungkapnya.

Masih kata Adhi, dari daftar pemilih kisaran pemilih dari Muhammadiyah (simpatisan, pengurus, pengembangan) memang tidak besar berkisaran 15 % dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Makanya jadi bupati itu gampang selesaikan NU dan Muhammadiyah maka selesai,” ujarnya sambil tersenyum.

Masih di tempat yang sama,   Nur Yahya selaku Ketua AJS menyampaikan tugas dan fungsi wartawan sebagai mitra kerja semua pihak dan kontrol sosial di Sidoarjo sangat berharap supaya Pilkada di Sidoarjo berjalan sukses dan kondusif.

“Jangan sampai teman – teman wartawan ini membuat berita – berita hoaks, usahakan membuat berita yang berimbang sehingga bermanfaat bagi masyarakat Sidoarjo yang membacanya,” ungkapnya.

Tak ketinggalan juga, Ketua WAG Ruang Publik Sidoarjo (RPS) Sujani SSos menyampaikan kondisi dialog publik hingga jilid VIII ini semakin hari semakin menarik untuk masyarakat, karena semakin mendekati pendaftaran bakal calon bupati.

Rata – rata teman – teman pemerhati politik di organisasi keagamaan dan teman – teman AJS juga punya perhatian terhadap dialog publik ini sehingga semakin menambah khasanah baru untuk pilkada mendatang, di mana semakin hari semakin banyak lembaga yang terlibat di dalamnya untuk mencari dan pemilih pemimpin yang akan datang.

Disinggung kriteria pemimpin Sidoarjo ke depan Sujani menyampaikan RPS hanya memfasilitasi saja, terkait kriteria biar masyarakat, partai politik, pengamat politik atau media dan akademisi yang menilai. “Kami hanya memfasilitasi saja siapa yang mau tampil di dalam pilkada ini. Sehingga ketika sudah mendapat rekom masyarakat semakin tahu siapa bakal calon tersebut,” katanya. sis

Pos terkait