
LUMAJANG (wartadigital.id) – Upaya pemberantasan kejahatan, khususnya penyalahgunaan narkotika, tidak dapat hanya bertumpu pada penegakan hukum. Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan, peran keluarga, terutama orang tua, menjadi garda terdepan dalam mencegah penyimpangan sejak dini.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang digelar Kejaksaan Negeri Lumajang, Rabu (22/4/2026). Dalam momentum itu, tingginya jumlah perkara narkotika menjadi pengingat, pendekatan preventif berbasis keluarga harus semakin diperkuat.
Menurut Bunda Indah, edukasi yang diberikan sejak dini di lingkungan keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan individu terhadap pengaruh negatif. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik utama yang menanamkan nilai, norma, dan kesadaran akan risiko penyalahgunaan narkotika.
Ia menekankan, komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting. Keterbukaan, kedekatan emosional, serta kehadiran orang tua dalam kehidupan anak dinilai mampu mencegah munculnya celah yang sering dimanfaatkan oleh pengaruh negatif dari luar.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir, mengawasi, sekaligus menjadi tempat anak bercerita. Dari situlah benteng pertama dibangun,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengawasan bukan berarti pembatasan berlebihan, melainkan pendampingan yang membangun kepercayaan. Dengan pola asuh yang tepat, anak tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengambil keputusan yang benar.
Data perkara yang didominasi kasus narkotika memperlihatkan bahwa ancaman tersebut masih nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, lingkungan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyalahgunaan.
Sementara itu, proses pemusnahan barang bukti tetap menjadi bagian penting dalam penegakan hukum. Namun, di balik langkah represif tersebut, pesan yang ingin ditegaskan adalah pentingnya pencegahan berbasis kesadaran kolektif.
Pendekatan ini mencerminkan bahwa perang melawan narkotika tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dimulai dari penguatan unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Dari rumah yang kuat, lahir generasi yang tangguh.
Dengan demikian, Lumajang tidak hanya bergerak menindak pelanggaran, tetapi juga membangun sistem perlindungan sosial yang dimulai dari keluarga. Sebuah langkah yang menempatkan orang tua bukan sekadar pendamping, melainkan kunci utama dalam menjaga masa depan generasi. uja





