Panen Jamur Tiram, Ning Marisa Minta Petani Pantang Menyerah

Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris saat melakukan panen jamur tiram di lokasi budidaya milik Zainal Abidin di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk, Senin (3/8/2026)

PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Budidaya jamur tiram dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris saat melakukan panen jamur tiram di lokasi budidaya milik Zainal Abidin di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan Dekranasda Kabupaten Probolinggo ke sejumlah pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kecamatan Besuk. Ning Marisa didampingi Camat Besuk Handik Hariyanto dan Kepala Desa Alasnyiur Hasan Basri.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, Ning Marisa melihat langsung proses budidaya jamur tiram sekaligus berdialog dengan pelaku usaha mengenai proses produksi, pemasaran hingga tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

Menurutnya, budidaya jamur tiram merupakan salah satu sektor UMKM yang memiliki prospek cerah karena mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Ning Marisa melihat langsung proses budidaya jamur tiram sekaligus berdialog dengan pelaku usaha

“Jamur ini memang membawa berkah, luar biasa. Saya berharap rezeki para pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo terus meningkat sehingga semakin banyak yang sukses. Semoga produk-produk UMKM, termasuk jamur tiram, semakin dikenal di berbagai daerah,” katanya.

Ia menilai keberhasilan usaha jamur tiram sangat bergantung pada ketekunan pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk dan konsisten mengembangkan usahanya. Karena itu, ia mengingatkan para pembudidaya agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan pasar.

“Pesan saya, terus berkarya dan terus berjualan dengan penuh hati, apa pun hasilnya. Karena rezeki itu sudah ada porsinya. Jangan pernah mengeluh karena hari ini tidak laku atau penjualannya sedikit. Dalam dunia usaha tidak boleh ada pikiran seperti itu,” jelasnya.

Ning Marisa juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus bersyukur atas setiap hasil yang diperoleh. Semangat, kerja keras dan rasa syukur menjadi modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris bersama pasutri pembudidaya jamur tiram di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk.

“Sedikit ataupun banyak hasil yang didapat harus tetap disyukuri. Karena itulah rezeki yang berkah. Jika terus tekun dan menjaga kualitas, saya yakin budidaya jamur tiram di Kabupaten Probolinggo akan semakin maju dan menjadi kebanggaan daerah,” tuturnya.

Sementara pembudidaya jamur tiram Zainal Abidin mengaku senang atas kunjungan Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo ke lokasi usahanya. Perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi para petani jamur untuk terus meningkatkan produksi.

“Alhamdulillah, meskipun persiapannya cukup mendadak, kami masih bisa mempersiapkan semuanya walaupun belum 100 persen. Kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan Ning Marisa ke tempat budidaya jamur kami,” ujarnya.

Di balik perkembangan budidaya jamur tiram, Zainal mengungkapkan masih ada tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama dalam aspek pemasaran. “Melimpahnya produksi dari berbagai sentra budidaya menyebabkan pasokan di pasar meningkat sehingga penyerapan hasil panen belum optimal,” lanjutnya.

Saat ini, usaha yang dikelolanya mampu memproduksi rata-rata sekitar 20 kilogram jamur tiram per hari. Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu memperluas akses pemasaran sehingga hasil panen petani lebih mudah terserap pasar.

“Harapan kami tentu ada dukungan untuk memperluas pemasaran sehingga hasil panen petani jamur bisa terserap dengan baik dan usaha ini terus berkembang,” ujarnya. pbo, oli

Pos terkait