Pertama Kali Sejak Maret, Gas untuk Masak Masuk Gaza

Reuters
Warga Gaza saat antre gas untuk memasak.

GAZA (wartadigital.id) – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahan bakar yang dibutuhkan untuk memasak makanan telah memasuki Jalur Gaza untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam bulan. Perkembangan ini seiring gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza.

“Lebih banyak tenda untuk keluarga pengungsi, daging beku, buah segar, tepung, dan obat-obatan juga telah tiba di Jalur Gaza hari ini,” ungkap OCHA dalam pembaruan terbarunya dikutip, Minggu (12/10/2025).

Bacaan Lainnya

Badan kemanusiaan tersebut mengatakan mereka juga dapat menilai jalan-jalan utama untuk mendeteksi bahaya ledakan  dan untuk mendukung keluarga pengungsi di daerah rawan banjir untuk bersiap menghadapi musim dingin.

Sementara itu, dua pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Associated Press bahwa lokasi distribusi makanan yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial dan didukung AS dan Israel sedang ditutup, meskipun juru bicara kelompok tersebut mengatakan perubahan tersebut hanya sementara.

Juru bicara GHF, yang berbicara kepada AP dengan syarat anonim, mengatakan akan ada perubahan taktis pada operasinya dan penutupan sementara selama implementasi perjanjian gencatan senjata. “Tidak ada perubahan pada rencana jangka panjang kami,” ungkap dia.

Hoda Goda, perempuan Palestina, mengatakan bahwa lokasi GHF yang sering ia kunjungi di Rafah, Gaza selatan, telah ditinggalkan, dan warga Palestina telah menyelamatkan kayu dan logam dari pagar yang didirikan di lokasi tersebut. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, warga Palestina menemukan sisa-sisa amunisi militer Israel yang digunakan untuk menyerang para pencari bantuan Palestina di lokasi GHF dekat Koridor Netzarim, Gaza tengah, yang juga telah ditinggalkan. sin

Pos terkait