Pertunjukan Budaya Lintas Negara Mewarnai Penutupan Pengmas FTMM UNAIR di Sumenep

Pertunjukan budaya peserta dari Malaysia.

SUMENEP (wartadigital.id) – Penutupan kegiatan Pengmas berskala internasional FTMM UNAIR dengan melibatkan peserta SEGTA 2026 di Sumenep berakhir, Sabtu (1/8/2026). Yang istimewa, penutupan diisi dengan pertunjukan budaya (Cultural Performance) oleh para peserta SEGTA yang berasal dari 5 negara, yakni Malaysia, China, Hong Kong, Perancis, Pakistan.

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya yang berfokus pada transfer pengetahuan teknis dan eksplorasi lapangan, Cultural Performance hadir sebagai ruang ekspresi dan pertukaran budaya yang hangat dan penuh makna.

Bacaan Lainnya
Penyerahan penghargaan kepada mitra pendukung.

Dalam kegiatan ini, setiap peserta internasional didorong untuk memperkenalkan dan menampilkan kekayaan budaya dari negara asal mereka masing-masing baik melalui  penampilan seni tradisional, musik, tarian, pakaian adat, maupun presentasi tentang tradisi dan nilai-nilai budaya yang mereka junjung tinggi.

Di sisi lain, perwakilan dari FTMM dan UNAIR  turut menampilkan kekayaan budaya Indonesia, memperkuat pemahaman peserta internasional tentang keberagaman dan keindahan tradisi nusantara yang telah mereka saksikan selama program berlangsung.

Penyerahan penghargaan kepada mitra pendukung.

Sejumlah mitra pendukung kegiatan ikut menghadiri penutupan ini, mulai dari unsur Pemkab Sumenep, mitra di Pulau Gili Iyang, Kepsek SDN Marengan Daya I Sumenep, SDN Kertasada Kalianget. Untuk diketahui Pengmas FTMM Unair di Sumenep digelar secara paralel di 3 tempat. Sebanyak 119 peserta SEGTA terbagi dalam 3 kelompok berbeda, yakni kelompok yang menuju Pulau Giili Iyang, SDN Marengan Daya I dan SDN Kertasada.

Pada acara penutupan ini, semua peserta dan tamu undangan mengenakan busana nasional/adat masing-masing.  Satu persatu, masing-masing negara menampilkan atraksi seni di hadapan peserta lainnya. Misalnya UniMAP ( Universiti Malaysia Perlis), Universiti Malaya dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menampilkan tarian tradisional negaranya.  Selain itu ada penyerahan penghargaan kepada mitra pendukung dan partisipan yang diberikan oleh Dekan FTMM UNAIR Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM, ASEAN Eng dan Wakil Dekan III FTMM Prastika Krisma Jiwanti PhD.

Penyerahan penghargaan kepada partisipan.

Prastika mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam menyukseskan kegiatan Pengmas FTMM UNAIR bersama peserta SEGTA 2026 di Sumenep. Atas nama UNAIR, Prastika juga mengapresiasi masyarakat lokal yang menerima kedatangan rombongan UNAIR dan SEGTA dengan baik, dan berharap kedatangan mereka memberikan dampak positif bagi masyarakat baik secara akademis, ekonomi hingga sosial budaya.

Dijelaskan Prastika, program SEGTA merupakan salah satu kegiatan tahunan akademik yang terintegrasi dengan pengembangan masyarakat. Program ini berfokus pada pembelajaran dan eksplorasi sumber daya potensial di Indonesia untuk dapat diterapkan dalam teknologi masa kini, khususnya teknologi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Sasaran utama dari program ini adalah mahasiswa dan staf internasional yang ingin memperkaya wawasan mereka dalam bidang teknologi dengan mengeksplorasi potensi besar sumber daya alam Indonesia. Hal ini memberikan nilai tambah yang signifikan, baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun manfaat langsung kepada masyarakat secara luas.  “Peserta tidak hanya diharapkan untuk mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat memperluas wawasan mereka dalam memahami penerapan teknologi ramah lingkungan,” kata Prastika.

Seluruh peserta SEGTA 2026 foto bersama sebelum bertolak ke Bromo.

Prof Retna menambahkan, SEGTA 2026 kembali melibatkan berbagai mitra internasional, seperti Universiti Malaya (UM) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Sementara itu, tahun ini kegiatan juga menyambut partisipasi mitra baru, yaitu CESI Engineering School dan City University of Hong Kong. Kehadiran berbagai institusi tersebut semakin memperkuat jejaring internasional Universitas Airlangga.

Dijelaskannya kegiatan SEGTA ini juga berperan dalam branding FTMM sebagai institusi akademik yang kompeten dan inovatif, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Dengan memperluas jejaring kerjasama dengan kolega akademisi dan praktisi di dalam dan luar negeri, FTMM tidak hanya memperkuat eksistensinya sebagai fakultas unggulan tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan visi global Universitas Airlangga sebagai institusi kelas dunia,” katanya. nti

Pos terkait