
SURABAYA (wartadigital.id) – East Java Fashion Harmony (EJFH) 2022 kembali akan digelar Sabtu, 3 Desember 2022. Puluhan desainer asal Jatim akan memeriahkan acara ini dengan memboyong rancangan busana terbarunya dalam sebuah pagelaran fashion show akbar.
Memilih Segara Wedi Gunung Batok Tengger-Bromo sebagai venue East Java Fashion Harmony keempat bertujuan untuk mendekatkan diri dengan sejarah, budaya dan alam Jawa Timur yang sudah terkenal di manca negara sebagai destinasi wisata yang luar biasa.
“East Java Fashion Harmony tahun ini memasuki tahun keempat dan kami kembali gelar secara outdoor karena pandemi Covid-19 melandai meski penyelenggaraan tetap mengacu protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah,” kata Penyelenggara EJFH 2022 Embran Nawawi dikonfirmasi, Kamis (1/12/2022).
Dijelaskan Embran, EJFH merupakan sebuah program apresiasi dan publikasi Wastra Jawa Timur melalui tampilan fashion modern yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2019.
Even ini untuk mengangkat dan mempopulerkan produk Wastra (Batik dan Tenun) dan Kreator Desain Jawa Timur dengan kearifan lokal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi kerakyatan dari para perajin batik, ekonomi kreatif melalui karya kreatif para designer Jawa Timur dan ekonomi secara global Jawa Timur untuk Indonesia dan dunia.
Dijelaskan Embran pada tahun pertama yakni 2019, EJFH digelar di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya yang dihadiri lebih dari 750 penonton dari seluruh Jawa Timur dengan mengangkat Batik Sekar Jagad sebagai simbol kebersamaan.
Pada perhelatan kedua EJFH diselenggarakan di Villa Solong Banyuwangi, even outdoor pertama di masa pandemi yang diselenggarakan secara ketat di pinggir pantai dan mengangkat Batik Gringsing sabagai lambang untuk sehat kembalai.
East Java Fashion Harmony ketiga kembali ke ballroom di mana saat itu pandemi Covid-19 kembali meningkat. “Saat itu EJFH diselenggarakan dalam kondisi prihatin tetapi tetap bisa digelar dengan elegan dengan wastra dan fashionnya di Grand Mercure Malang, dengan menampilkan Batik Junjung Drajat sebagai simbol bangkit kembali dan mengangkat derajat Jawa Timur,” kata Fashion Designer sekaligus pengamat kain batik ini.
Sedangkan East Java Fashion Harmony keempat ini menjawab banyak tantangan dalam penyelenggaranya karena kembali ke outdoor, destinasi wisata, dan mengangkat kearifan lokal dari berbagai lini. Udara dingin pegunungan, bisikan pasir, keramahan, hingga suasana magis Gunung Bromo sangat dekat dengan wastra yang dibawakan.
“Konservasi alam menjadi insprasi seperti halnya kekuatan pohon Cemara Gunung dan Bunga Edelweis yang tidak pernah layu bukti bahwa Bromo adalah wisata alam yang terus dijaga. Kearifan lokal tersebut dikemas dan kemudian disandingkan dengan batik klasik dan batik budaya dari beberapa daerah di Jawa Timur,” urai Embran.
Sejumlah nama desainer asli Jawa Timur yang terlibat dalam EJFH yang mengambil tema Wisdom to Majestic nanti di antaranya Lia Afif, Gita Orlin, Novita Rahayu, Ajeng Wibowo, Arinda Nurma, Enricho Ho, Isyam Syamsi, Rizkyesa Sauqi hingga Imam Mustafa.
Untuk mewujudkan dan memperkuat East Java Fashion Harmony 2022 pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak mulai Viva Cosmetic sebagai official make up dalam gelaran nanti, juga Jamu Iboe, Harris Hotel & Convention Bundaran Satelit Surabaya. Selain itu dukungan dari Kominfo sebagai media publikasi pemerintah yang siap mendukung Live Streaming Disbudpar Youtube pada 3 Desember nanti. “Kementerian Lingkungan Hidup dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah support venue dan konservasi yang menjadi pembeda even ini dengan even fashion lainnya,” katanya. nti