
Aktivitas Gunung Semeru yang terlihat di Pos Pengamatan Gunungapi Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, Selasa (20/10/2026).
BANDUNG (wartadigital.id) – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali melontarkan erupsi pada Selasa (20/10/2026) ini dengan membumbungkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak atau sekitar 3.876 meter di atas permukaan laut.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria di Bandung mengatakan berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunungapi Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat amatan visual kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong berhembus ke arah barat daya pada pukul 06.12 WIB.
Amplitudo maksimum getaran erupsi terekam jelas pada seismogram sebesar 19 milimeter dengan durasi gempa letusan berlangsung sekitar dua menit satu detik. Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru dipertahankan pada Level III (Siaga). Namun, Lana mengatakan pihaknya memutuskan pengetatan rekomendasi zona bahaya bagi masyarakat, pendaki dan wisatawan demi mengantisipasi lontaran material pijar maupun luncuran awan panas guguran. “Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujar Lana Saria saat dikonfirmasi.
Badan Geologi juga melarang keras adanya aktivitas warga dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terancam bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga yang bermukim di lereng gunung diminta selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar dingin di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. ara


