Trump Melunak soal Greenland & Ancaman Tarif Eropa

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

WASHINGTON (wartadigital.id)  – Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif ke negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland. Dia beralasan terdapat kerangka kesepakatan masa depan yang menurutnya telah tercapai mengenai pulau tersebut.

Dilansir Bloomberg, Kamis (22/12/2026) keputusan tersebut, yang diumumkan Trump pada Rabu (21/1/2026) di media sosial, menandai perubahan sikap Trump yang telah berulang kali mencoba untuk memaksa Eropa terkait Greenland.

Bacaan Lainnya

Keputusan itu diambil setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Namun, Trump tidak merinci parameter dari apa yang disebut kerangka tersebut dan tidak jelas apa isi perjanjian tersebut, terutama karena Denmark sebelumnya pada hari Rabu menolak negosiasi tentang penyerahan pulau semi-otonom tersebut kepada AS. “Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, sebenarnya, seluruh Wilayah Arktik,” tulis Trump.

Kemudian dia juga menulis solusi ini, jika terwujud, akan menjadi solusi yang bagus untuk Amerika Serikat, dan semua Negara NATO. “Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan Tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari, “ tulis Trump.

Trump mengatakan kepada wartawan setelah mengunggah informasi tersebut bahwa dia akan segera merilis rincian perjanjian. Namun, dia menolak menjawab ketika ditanya apakah perjanjian itu memberikan kepemilikan AS atas Greenland.  “Ini adalah kesepakatan jangka panjang yang paling utama, dan saya pikir ini menempatkan semua orang pada posisi yang sangat baik. Perjanjian itu akan berlaku untuk jangka waktu yang tak terbatas,” ujar Trump.

Menanggapi itu, saham AS melonjak setelah berita bahwa tarif tidak akan diterapkan, dengan S&P 500 dan Nasdaq 100 mencapai level tertinggi sesi. Obligasi pemerintah AS memperpanjang kenaikan, dan Indeks Dolar Bloomberg naik ke level tertinggi harian. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyambut baik perkembangan terbaru ini, mengatakan dalam wawancara kemarin bahwa Trump belum menyerah pada ambisinya untuk menguasai Greenland, yang masih merupakan garis merah bagi Kerajaan Denmark. bis