UIN Malang Siapkan Edupark Berbasis Alam, Ini Konsep dan Tujuannya

Menag menanam pohon secara simbolis dalam kegiatan Ground Breaking Edupark di UIN Malang, Minggu, (8/2/2026)

MALANG (wartadigital.id) – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memulai pembangunan kawasan edupark sebagai ruang edukasi berbasis alam yang mengintegrasikan pendidikan, konservasi lingkungan, dan potensi ekonomi.

Pembangunan tersebut ditandai dengan kegiatan ground breaking yang dilakukan langsung oleh Menteri Agama melalui penanaman pohon secara simbolis di kawasan edupark, Minggu (8/2/2026).

Bacaan Lainnya

Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Basri, menjelaskan edupark dirancang bukan sekadar sebagai ruang terbuka hijau, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran kampus.

“Edupark sendiri dirancang sebagai kawasan edukasi berbasis alam yang mengintegrasikan pendidikan, konservasi lingkungan, dan potensi ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulis Rabu (11/2/2026).

Menurut Basri, terdapat beberapa tujuan utama dari pengembangan edupark. Pertama, pada dimensi pendidikan, edupark diharapkan memerkuat pemahaman bahwa proses pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga keterhubungan dengan alam.

“Pendidikan tidak hanya bersinggungan dengan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga dengan alam, apalagi jika kita bicara biosains, teknik lingkungan, dan bidang keilmuan lainnya,” katanya.

Selain sebagai sarana pembelajaran kontekstual, edupark juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi, baik bagi kampus maupun masyarakat sekitar. Basri menyebut, keberadaan edupark akan menambah alternatif destinasi edukatif di Kota Batu.

“Edupark juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi kampus sekaligus memperkaya destinasi edukatif di Kota Batu,” ujarnya.

Ia menambahkan, edupark berpotensi menarik wisatawan yang selama ini hanya menikmati wisata rekreasi konvensional. “Wisatawan yang datang ke Kota Batu tidak hanya menikmati rekreasi konvensional, tetapi juga bisa datang ke UIN Malang, melihat kampus yang berpihak pada alam. Ini kampus yang menyatu dengan nature,” kata Basri.

Terkait kekhawatiran terhadap aktivitas akademik, Basri menegaskan bahwa pengembangan edupark tidak akan mengganggu proses perkuliahan. Pengelolaan kawasan akan dirancang dengan sistem yang memisahkan ruang publik dan ruang akademik.

“Kawasan tersebut nantinya akan dikelola dengan sistem yang memastikan keterpisahan antara ruang publik dan ruang perkuliahan,” jelasnya.

Saat ini, konsep dan fasilitas edupark masih dalam tahap perencanaan mendalam. UIN Malang melibatkan berbagai pihak yang memiliki keahlian di bidang lingkungan dan pengelolaan wisata edukatif guna memastikan pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan.

Kegiatan ground breaking edupark turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, serta jajaran pimpinan UIN Malang. mar

Pos terkait