
TULUNGAGUNG (wartadigital.id) — Departemen Fisika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Balai Desa Bulus, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Pupuk Cair Organik Berbasis Sekam Padi sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Bersubsidi di Desa Bulus, Bandung, Tulungagung.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema PPDB (Program Pengembangan Desa Binaan) Unair yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui inovasi berbasis sains dan teknologi. Tim pengabdian diketuai oleh Dr Drs H Siswanto MSi, dengan anggota pelaksana dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Prodi S1 Fisika (Prof Dr Ir Aminatun MSi, Dyah Hikmawati SSi, MSi, Drs Djony Izak R MSi, Jan Ady SSi, MSi, Drs Adri Supardi MS dan Gunawan Setia Prihandana MEng, PhD dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair.
Dalam sambutannya, Dr H Siswanto menyampaikan harapan besar agar Desa Bulus dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam penerapan pertanian organik, khususnya dalam penggunaan pupuk cair organik berbasis sekam padi. “Penggunaan pupuk organik seperti ini dapat menyuburkan dan memperbaiki struktur tanah secara jangka panjang, menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman, serta ramah lingkungan karena tidak mencemari dan lebih aman bagi kesehatan manusia. Selain itu, upaya ini juga mendukung ketahanan pangan dan ekonomi petani melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang melimpah di sekitar kita,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Desa Bulus akan menjadi ikon Desa Menuju Inovasi Tani Organik, sebuah visi yang disambut antusias oleh Kepala Desa Bulus, Sutoyo. Dalam sambutannya, Sutoyo menyatakan bahwa ia secara pribadi telah mulai menerapkan sistem pertanian organik dan menyambut baik kehadiran para akademisi dari Unair yang dapat memperkuat semangat para petani di desanya.
“Dengan bimbingan dan ilmu dari para pakar Unair, kami berharap masyarakat semakin yakin dan termotivasi untuk beralih ke pertanian organik. Ternyata membuat pupuk cair organik itu mudah dan murah, karena bahannya seperti sekam padi sangat melimpah di desa kami,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari anggota berbagai kelompok tani di Desa Bulus. Materi kegiatan mencakup: (1) Ketergantungan pada Pupuk Bersubsidi dan Dampaknya terhadap Petani oleh Drs Adri Supardi MS, (2) Potensi Sekam Padi sebagai Bahan Baku Pupuk Cair Organik oleh Prof Dr Ir Aminatun MSi, (3) Proses Pembuatan Pupuk Cair Organik dari Sekam Padi oleh Dyah Hikmawati SSi,MSi dan (4) Menuju Desa Inovasi Tani Organik oleh Dr Drs Siswanto MSi.
Sesi teori ditutup dengan demo praktik langsung pembuatan pupuk cair organik oleh Drs Djony Izak MSi, Jan Ady SSi, MSi, yang berlangsung interaktif dan menarik antusiasme peserta.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari Unair yang turut membantu dalam penyampaian materi serta praktik lapangan, sebagai bagian dari upaya integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Airlangga terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendampingi dan membina masyarakat desa untuk mandiri secara ekonomi dan ekologis melalui pendekatan ilmiah dan inovatif. nti




