Unjuk Rasa di Padang dan Makassar Ricuh, Puluhan Mahasiswa Diamankan

Di Sulawesi Selatan, aksi demo sejumlah elemen mahasiswa juga berakhir ricuh.

 

PADANG (wartadigital.id) –  Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas diamankan oleh pihak kepolisian usai aksi ricuh di gedung DPRD Sumbar. Mereka di diamankan oleh pihak kepolisian di luar gedung DPRD Sumbar.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan di lapangan, puluhan mahasiswa diamankan dengan duduk berbaris di depan Jalan Khatib Sulaiman Padang, Senin (11/4/2022) sore. Dari pantauan di lapangan, puluhan mahasiswa diamankan dengan duduk berbaris di depan Jalan Khatib Sulaiman Padang.

Sebelumnya, aksi demonstrasi 11 April berlangsung aman dan damai. Namun setelah Ashar, sekitar pukul 16.00 WIB, aksi lempar batu dan botol mulai masuk sampai ke halaman gedung DPRD Sumbar. Pihak kepolisian membubarkan masa dengan menembakkan gas air mata ke arah massa.

Dalam aksinya mahasiswa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menolak dengan tegas masa perpanjangan jabatan tiga periode. Kedua, meminta pemerintah menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Ketiga, harga BBM dan menurunkan harga minyak goreng. Keempat, meminta kajian kembali UU IKN. Kelima, meminta pemerintah membatalkan kenaikan PPN. Keenam, mengkaji proyek strategis yang mengabaikan hak rakyat. Ketujuh, menolak keberadaan otsus di Papua. Kedelapan, mencabut pengesahan daerah operasi mencerminkan kesejahteraan rakyat.

Di Sulawesi Selatan, aksi demo sejumlah elemen mahasiswa juga berakhir ricuh. Aksi demonstrasi di Kabupaten Enrekang berakhir ricuh antara mahasiswa dan polisi. Bahkan seorang polisi tertangkap kamera warga, memukul seorang mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna ungu.

Beruntung aksi pemukulan tersebut cepat dilerai warga dan seorang polisi lainnya yang berada lokasi. Informasi yang dihimpun, bentrok terjadi saat mahasiswa akan membakar ban yang menyebabkan terjadinya aksi saling dorong.

Aksi demonstrasi berakhir ricuh juga terjadi di Kota Palopo, Sulsel. Bahkan, polisi sampai harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi di depan Kantor DPRD Kota Palopo.

Kericuhan berawal saat mahasiswa merusak pagar berduri yang dipasang polisi di depan Kantor DPRD Kota Palopo. Mahasiswa dari empat kampus di Kota Palopo mencoba memaksa masuk ke gedung DPRD.

Saat itu pula terjadi lemparan batu ke halaman kantor DPRD Palopo. Akibatnya, polisi langsung menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa. mjn, ins