
NGANJUK (wartadigital.id) – Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menghadiri Kontes Abot-abotan Iwak yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk di Gedung Wanita Nganjuk, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong minat masyarakat terhadap sektor perikanan sekaligus memperkenalkan potensi budidaya ikan di Kabupaten Nganjuk.
Didampingi sang istri, Mas Handy, sapaan akrab Wakil Bupati Nganjuk, meninjau langsung berbagai jenis ikan yang dilombakan. Ia mengamati satu per satu ikan milik peserta yang mengikuti kontes. Ketertarikannya terhadap dunia perikanan juga terlihat saat dia membeli ikan gurami hias dari salah satu peserta.
Mas Handy mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan antusias dari peserta. Tak hanya diikuti pembudidaya dari Kabupaten Nganjuk, kontes ini juga menarik peserta dari berbagai daerah di luar kabupaten.
“Alhamdulillah, peserta yang hadir dalam kontes ini ada yang dari Jogja, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Malang. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini mendapat sambutan yang baik,” ungkapnya usai meninjau lokasi lomba.
Menurut Mas Handy, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku budidaya perikanan, terutama di wilayah yang memiliki potensi pengembangan sektor tersebut, seperti Kecamatan Prambon.
Dukungan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pembudidaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha perikanan di Kota Angin.
Ia menegaskan, kondisi geografis Nganjuk yang tidak memiliki wilayah pesisir bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan sektor perikanan. Sebaliknya, potensi dan semangat masyarakat dalam membudidayakan ikan perlu terus didorong melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
“Nganjuk memang tidak dekat dengan laut, ya,tetapi para penggiat budidayanya luar biasa. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap potensi lokal yang perlu terus dikembangkan,” katanya.
Mas Handy juga menyambut positif antusiasme para peserta dan berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memfasilitasi masyarakat agar sektor budidaya perikanan semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi.
“Siap, pemerintah akan hadir untuk memfasilitasi hal tersebut. Mudah-mudahan, meskipun Nganjuk tidak punya laut, masyarakat yang bergerak di bidang budidaya ikan bisa semakin maju dan kesejahteraannya meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo, dalam laporannya menjelaskan bahwa Kontes Abot-abotan Iwak digelar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Ikan Nasional Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah kategori lomba, yakni kontes abot-abotan iwak atau ikan dengan bobot terberat untuk jenis gurami dan lele, serta kontes ikan hias jenis molly.
Jusuf menyampaikan, total peserta yang mengikuti kontes mencapai 150 orang. Rinciannya, sebanyak 25 peserta mengikuti kontes ikan gurami, 25 peserta mengikuti kontes ikan lele, dan 100 peserta lainnya berpartisipasi dalam kontes ikan hias jenis molly.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Nganjuk berharap minat masyarakat terhadap sektor perikanan semakin meningkat, baik dalam budidaya ikan konsumsi maupun pemeliharaan ikan hias.
Selain menjadi ajang kompetisi, kontes ini juga menjadi wadah bagi para pembudidaya dan penghobi ikan untuk menunjukkan kualitas hasil budidaya, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat potensi perikanan daerah, mendorong kreativitas masyarakat, dan membuka peluang pengembangan usaha budidaya ikan yang berkelanjutan. juk



