Walikota Eri Lepas Kloter 50–52 Surabaya, Ingatkan Cuaca Ekstrem hingga 45 Derajat

Pelepasan tiga kloter jemaah haji asal Surabaya yang mulai memasuki tahapan pemberangkatan di Hall Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (4/5/2026).

SURABAYA (wartadigital.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi, melepas tiga kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Surabaya yang mulai memasuki tahapan pemberangkatan di Hall Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (4/5/2026). Ketiga kloter tersebut yakni kloter 50, 51, dan 52.

Dalam kesempatan itu, Walikota Eri juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para calon tamu Allah sebelum menjalani rangkaian ibadah haji. “Alhamdulillah, tahun ini Surabaya memberangkatkan beberapa kloter. Kami berpesan agar jemaah saling menjaga dan membantu satu sama lain, karena ibadah haji membutuhkan kebersamaan dan kerjasama,” kata Walikota Eri.

Bacaan Lainnya

Setelah prosesi pelepasan, jemaah menjalani serangkaian tahapan penerimaan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, termasuk tes urine bagi perempuan di bawah usia 55 tahun, hingga pembagian kelengkapan seperti akomodasi, uang saku (living cost), paspor, penempatan kursi pesawat, dan kartu rute perjalanan (kartu rusuk).

Seluruh proses berlangsung tertib dan relatif cepat. Pemeriksaan kesehatan yang dibagi dalam dua titik serta penempatan kloter di gedung berbeda dinilai mampu memangkas antrean.

Eri mengapresiasi peningkatan pelayanan tersebut. Ia menyebut, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, proses penerimaan kini jauh lebih efisien.“Dulu antreannya cukup panjang. Sekarang lebih cepat dan tertata. Ini luar biasa, kami berterima kasih kepada Kementerian Agama dan seluruh petugas haji,” ujar dia.

Di sisi lain, Eri juga mengingatkan jemaah untuk bersiap menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, dengan suhu yang dapat mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius.“Jemaah diimbau menggunakan pelindung seperti topi atau payung serta memperbanyak konsumsi air putih,” imbuhnya.

Selain faktor fisik, ia menekankan pentingnya kesabaran selama menjalani rangkaian ibadah, khususnya saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang kerap mengharuskan jamaah saling menunggu. “Kalau ada yang kurang sehat, segera lapor ke petugas. Setiap kloter sudah ada tenaga medisnya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Eri juga menitipkan doa kepada para jemaah untuk Kota Surabaya. Ia berharap keberangkatan haji tahun ini membawa keberkahan bagi kota dan seluruh warganya.

Ia berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. Ia juga meyakini, melalui perjalanan haji ini, para jemaah akan semakin kuat dalam iman.

Eri menambahkan dia berencana berangkat pada 19 Mei mendatang dan berharap dapat bertemu dengan jemaah dari Indonesia, khususnya Surabaya di Tanah Suci. “Semoga perjalanan ini diberi kelancaran, keselamatan sejak berangkat hingga kembali ke Surabaya. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan panjenengan, mengabulkan hajat, dan menjadikan ibadah haji ini sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya. ike

Pos terkait