11 Juta Liter Migor Digerojok ke Pasar, Harga Ditetapkan Rp 14 Ribu

Istimewa
Pemerintah menggelontorkan 11 juta liter minyak goreng melalui operasi pasar menyusul mahalnya harga minyak goreng di pasar.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Pemerintah menggelontorkan 11 juta liter minyak goreng melalui operasi pasar menyusul mahalnya harga minyak goreng di pasaran dalam beberapa pekan terakhir. Harga minyak goreng ditetapkan Rp 14 ribu per liter di tingkat konsumen, akan disiapkan hingga enam bulan ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, dari 11 juta liter yang disiapkan, sebanyak 4 juta liter telah digelontorkan ke pasar.  “Sampai hari ini kita masih mengadakan operasi pasar untuk 11 juta liter minyak goreng di 47.000 gerai pasar modern. Hari ini sudah mencapai 4 juta (liter). Jadi 7 jutanya on going,” ujar Mendag dalam media briefing di Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Lutfi menambahkan, proses produksi minyak goreng kemasan juga akan segera dilanjutkan. Minyak goreng dalam kemasan itu merupakan bagian dari 7 juta liter minyak goreng yang akan disebar. Kemendag bersama jajaran terkait akan mengusahakan proses produksi bisa berlangsung awal pekan depan. “Kita akan mulai mudah-mudahan produksi akan segera berlangsung tidak akan lebih lama dari pada awal minggu depan. Sehingga, akhir minggu depan mencapai hampir seluruh pasar yang dipantau oleh Kementerian Perdagangan,” tegas Mendag.

Penyediaan minyak goreng kemasan sederhana merupakan respons pemerintah terhadap kenaikan harga minyak goreng belakangan ini. Untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000 per liter, pemerintah akan menggunakan instrumen subsidi yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Untuk diketahui, harga minyak goreng saat ini meroket dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia yang naik menjadi 1.340 dolar AS/MT. Kenaikan harga CPO yang merupakan bahan baku minyak goreng ini menyebabkan kenaikan harga yang cukup signifikan di produk akhir. Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan per 3 Januari 2022, harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp 17.900 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 18.500 per liter dan minyak goreng premium seharga Rp 20.300 per liter. Sementara di pasar tradisional di Surabaya, harga minyak goreng kemasan rata-rata di atas Rp 20 ribu per liter.

Penyaluran minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000 per liter yang telah dilakukan melalui ritel modern, akan diperluas melalui pasar tradisional dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bakal tetap melaksanakan operasi pasar.

Untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000 per liter, pemerintah akan menggunakan instrumen subsidi yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). “Pemerintah, di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian akan menggunakan dana pengelolaan BPDPKS untuk kebutuhan pangan, khususnya dalam rangka menstabilkan harga minyak goreng,” ujar Mendag.

Di samping itu, Kementerian Perdagangan telah melakukan koordinasi dengan produsen dan distributor serta pemerintah daerah untuk terus memastikan ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional sehingga tidak terjadi kelangkaan di pasar. “Kami juga meminta Pemerintah Daerah, khususnya dinas yang membidangi perdagangan untuk melakukan operasi pasar minyak goreng di wilayah masing-masing, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tambah Mendag.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri. Harga minyak goreng di dalam negeri mengalami kenaikan karena tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar ekspor. “Karena harga CPO di pasar ekspor sedang tinggi, saya perintahkan Menteri Perdagangan untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri,” ujarnya dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

Jokowi juga mengingatkan agar kebutuhan rakyat menjadi prioritas utama pemerintah. Untuk itu, harga minyak goreng harus tetap terjangkau. “Bahkan bila perlu Menteri Perdagangan bisa melakukan lagi operasi pasar agar harga tetap terkendali,” jelas Jokowi.

Anggaran Rp 3,6 Triliun

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penyediaan minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter di tingkat konsumen, akan disiapkan hingga enam bulan ke depan dan bisa diperpanjang.

“Ini [harganya] di tingkat konsumen, dan berlaku di seluruh Indonesia. Penyediaan ini akan disiapkan untuk enam bulan ke depan dan akan dievaluasi pada Mei dan dapat diperpanjang,” jelas Airlangga yang didampingi oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman.

Adapun, besaran volume minyak goreng yang disediakan pemerintah adalah 1,2 miliar liter selama enam bulan. Untuk itu, Airlangga menyebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun untuk menutup selisih harga dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Nantinya, penyediaan dan pembayaran kebutuhan anggaran selama enam bulan tersebut akan dilaksanakan oleh BPDPKS. “Termasuk pembayaran PPN, mempersiapkan perjanjian kerjasama dengan [perkebunan kelapa sawit], dan penetapan surveyor independen,” tambah Airlangga.  cik, ins