wartadigital.id
Headline Nasional

34 TKA Tiongkok Masuk Saat PPKM, Menkumham Seperti Menjilat Ludah Sendiri

Ilustrasi kedatangan TKA Tiongkok ke Indonesia beberapa waktu lalu.

JAKARTA (wartadigital.id)  – Kabar masuknya 34 TKA Tiongkok ke Indonesia dinilai telah mempermalukan pemerintah, yang sebelumnya sesumbar telah melarang TKA masuk selama penerapan PPKM.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie bahkan menyebut kabar ini sebagai kabar yang membuat pemerintah terlihat sedang menjilat ludah sendiri. Menurutnya, publik sebelumnya sudah merasa senang dengan komitmen pemerintah melarang TKA masuk. Apalagi kabar itu disampaikan langsung oleh Menkumham Yasonna Laoly.

Tapi kemudian ada Permenkumham No 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang memberi celah. Terdapat pengecualian untuk lima kelompok warga asing, yaitu mereka yang memiliki visa dinas dan diplomatik, pemegang izin tinggal dinas dan izin tinggal diplomatik, memiliki tujuan kesehatan dan kemanusiaan dengan rekomendasi kementerian/lembaga terkait, serta awak alat angkut.

“Ini buat apa (ada pengecualian)? Kan pada waktu itu Menkumham sendiri yang mengumumkan bahwa ini termasuk TKA tidak boleh masuk. Nah sekarang kok masuk? Ini kan menjilat ludah sendiri,” ujarnya, Minggu (8/8/2021).

Seharusnya, Menkumham Yasonna Laoly membuat peraturan yang tegas dan tidak memberi celah pengecualian. Atas alasan itu, Alvin Lie meminta agar menteri asal PDIP tersebut mencabut Permenkumham tersebut. “Ini kan kita kalau mau membuat peraturan harus ditegakkan secara konsisten, berlaku bagi siapapun. Jangan nanti ada pengecualian-pengecualian,” pungkas Alvin.

Kabar puluhan TKA Tiongkok kembali masuk ke Tanah Air di tengah penerapan PPKM Level 4 telah dibenarkan pihak Imigrasi. Disebutkan bahwa mereka menumpang pesawat pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG 8815. Total penumpang yang dibawa 37 orang, yang terdiri dari 34 WNA Tiongkok dan 3 WNI. Sementara seluruh awak yang berjumlah 19 orang merupakan WNI.

Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat yang dicarter ini terbang dari Kunming pada 7 Agustus dan tiba pada Minggu dinihari pukul 02.45 WIB. Adapun tipe pesawat yang digunakan adalah Airbus A330. Pesawat ini dikenal merupakan sebuah pesawat terbang jet sipil komersial bermesin ganda (twinjet) jarak menengah hingga jauh dan dikenal memiliki kapasitas besar serta berbadan lebar.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara menjelaskan, 34 WNA Tiongkok itu merupakan TKA yang sudah memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS).

“34 TKA asal Tiongkok tersebut juga telah mendapat rekomendasi untuk diizinkan masuk dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno Hatta,” tambahnya, Minggu (8/8/2021).

Mereka masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta dengan menggunakan pesawat Citilink dengan kode QG8815 yang membawa 34 WNA dan 3 WNI serta 19 awak alat angkut yang semuanya WNI.

Pihak Imigrasi menyatakan bahwa diperbolehkannya 34 TKA Tiongkok itu sudah sesuai dengan Permenkumham No 27 Tahun 2021 yang mengatur tentang pengecualian untuk 5 kategori di atas.

Meski begitu, Angga menekankan, warga asing yang diizinkan masuk harus melampirkan bukti vaksinasi Covid-19 secara penuh dan menjalankan tes PCR negatif Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan saat kedatangan yang diatur dalam Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19.

Rusak Kepercayaan Publik

Sementara itu Direktur Eksekutif Indoensia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut kedatangan 34 TKA Tiongkok di tengah PPKM akan berdampak merusak kepercayaan publik pada pemerintah. Sebabnya, karena tidak berani tegas menolak kedatangan TKA Tiongkok.
“Bisa saja relasi ekonomi yang dibangun dengan Tiongkok sudah sampai pada tahap Indonesia bertekuk lutut, dan ini semestinya tidak baik,” demikian pendapat Dedi.

Dengan kondisi Indonesia seperti saat ini, akan berpotensi kehilangan pengaruh terhadap Tiongkok. Tetapi di saat yang bersamaan pemerintah nampak keras pada masyarakat. “Berpotensi negara kehilangan pengaruhnya dengan Tiongkok, sementara dengan warga sendiri justru sebaliknya, mengekang,” tambahnya. set, rmo

 

 

 

 

Related posts

Satreskrim Polres Sampang Tangkap Pelaku Curanmor Tiga TKP

redaksiWD

Ini Kesalahan Utama yang Harus Dihindari dalam Investasi Emas Online

redaksiWD

Virus Corona B117 Masuk ke Indonesia, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Jatim Waspada

redaksiWD