70 Jajaran TNI di Jatim Dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting

Pengukuhan pejabat TNI dan mitra Dandim Jawa Timur sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, Senin (3/10/2022).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala BKKBN RI Dr dr (HC) Hasto Wardoyo Sp OG (K), Kepala Staf Garnisun Tetap (Kasgartap) III Surabaya Brigjen TNI Much Sulehan MTr mengukuhkan pejabat TNI dan mitra Dandim Jawa Timur sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, Senin (3/10/2022).

Bacaan Lainnya

Pengukuhan ini dilaksanakan dalam acara Peringatan HUT TNI “Bakti TNI untuk Jatim Bangkit” yang digelar di Balai Prajurit Lapangan Kodam V/ Brawijaya. Sekitar 300 orang undangan hadir pada pengukuhan tersebut antara lain Deputi ADPIN BKKBN, Deputi Lalitbang BKKBN, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Baznas Jawa Timur, Dandim, Danrem, Tim Percepatan Penurunan Stunting, Tim Pendamping Keluarga, Penyuluh KB, IBI Jatim, keluarga TNI, keluarga berisiko stunting dan UMKM Surabaya.

Gubernur Khofifah pada kesempatan tersebut mengapresiasi sinergitas TNI pada Hari Jadi yang ke-77 kali ini. “Melalui sinergitasi ini akan menjadi kekuatan bagi BKKBN untuk menyapa lebih riil lebih detil bagaimana kita bisa menemu kenali mengintervensi dan melakukan pendampingan kasus stunting,’’ kata Khofifah.

Dijelaskan Khofifah Indonesia punya komitmen kuat untuk pulih lebih cepat. Mudah-mudahan sinergi ini jadi kekuatan yang besar, bukan hanya bagi jajaran Kodam V/ Brawijaya tapi juga bagi sinergitas di semua lini semua lingkungan dan stakeholder tidak hanya di Jawa Timur. “Saya rasa ini bisa jadi referensi di provinsi lain. Terima kasih atas sinergitas yang luar biasa memberikan penguatan pada saat HUT TNI ke-77 ini,” kata Khofifah.

Brigjen TNI Much Sulehan berharap melalui pengukuhan jajaran TNI sebagai Bapak Asuh Anak Stunting sebagai bagian dari tanggungjawab dalam menangani anak stunting dapat menurunkan angka stunting khususnya di daerah Jawa Timur. “Kami juga membuka ruang bagi semua pihak terkait dalam penanganan stunting di wilayah Jawa Timur. Kami menyadari penanganan stunting memiliki tantangan yang sangat berat oleh karena itu kami akan mengajak segenap komponen masyarakat untuk bekerjasama bersinergi dalam menjalankan tanggungjawab ini,” ujarnya.

Kepala BKKBN dr Hasto mengatakan stunting menjadi masalah gizi  kronis sub optimal nutritional. “Tepat sekali pada momentum ini dilakukan pelayanan kontrasepsi karena jarak kelahiran anak sangat berkaitan erat dengan stunting. Bahkan hasil riset menunjukkan tidak hanya stunting yang berkorelasi dengan birth to birth interval tapi  berkorelasi juga dengan autisme. Ketika anak belum cukup dewasa, anak belum lebih dari 3 tahun sudah ada adiknya, perhatian orangtua terbagi sehingga anak mendapatkan parenting yang kurang sempurna. Kami berterimakasih kepada Pangdam dan jajarannya yang telah melaksanakan layanan kontrasepsi dan perhatiannya terhadap stunting yang luar biasa,” kata Hasto.

Menurut Hasto, selain sub optimal nutritional dan sub optimal health yang menyebabkan stunting, faktor pernikahan usia muda yang memicu terjadinya perceraian juga menjadikan parenting tidak sempurna sehingga anak kurang mendapatkan perhatian yang optimal.

“Kita patut prihatin karena pada 2015 perceraian di Indonesia mencapai 350 ribu setahun dan pada 2021 meningkat menjadi 580 ribu, ada peningkatan signifikan. Karena keluarga muda yang belum siap dan memicu konflik berkepanjangan. Selain ancaman terhadap lahirnya anak-anak stunting hal ini  juga bisa menimbulkan mental emotional disorder, untuk itu parenting perlu perhatian secara serius,” terang Hasto.

Menurunkan stunting, menurut dokter Hasto caranya adalah dengan mencegah munculnya stunting baru. “Mulai pranikah, selama hamil, sampai dengan 1.000 hari kehidupan pertama. Dengan merencanakan betul jarak kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi, gizi dipenuhi, pengasuhan yang baik, tidak ada kekerasan dalam rumah tangga, tidak ada anak yang terlantar kita akan lebih cepat mengatasi dan menurunkan angka stunting ini,” pungkasnya.

Pada kegiatan HUT TNI ke-77 tersebut juga dilaksanakan baksos pelayanan KB implan dan MOP, donor darah serta vaksinasi Covid-19.  sis

 

Pejabat jajaran TNI yang dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting adalah:

– Danrem 081/DSJ  Kolonel Infanteri Deni Rejeki SE, MSi beserta 3 Danrem dan 33 Dandim se-Jatim

– Dansatkatkoarmada II Kolonel Laut (P) Sumarji Bimoaji beserta Datsatrankoarmada II

– Danlanud Muljono Surabaya  Kolonel Laut Pnb Moh Apon ST, MPA beserta 33 orang mitra Dandim di Jawa Timur.