83,18% Lansia di Sidoarjo dalam Tingkat Kemandirian A

Lansia terdiri dari karang werda se-Kabupaten Sidoarjo, TP PKK Sidoarjo serta Komda Lansia Sidoarjo bertemu di aula SMP 4 Sidoarjo yang dihadiri oleh Wabup H Subandi.

 

SIDOARJO (wartadigital.id) – sebanyak 83,18 persen lansia masuk dalam tingkat kemandirian A. Dengan tingginya tingkat kemandirian lansia diharapkan di usia lanjut mereka tetap pada usia sejahtera, mandiri dan bermartabat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo Sri Andini menyebutkan sasaran lansia proyeksi 2022 adalah 219.137 jiwa.  Di mana, lanjut usia yang sehat adalah lanjut usia berdasarkan hasil pengkajian paripurna geriatrik masuk dalam kategori kelompok I dan 2, yaitu lanjut usia yang bebas dari ketergantungan kepada orang lain tapi sangat sedikit atau mempunyai penyakit yang terkontrol dengan kondisi medik yang baik. ( Permenkes RI Nomor 67 Tahun 2015).

“Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri Menapis dan mengelompokkan warga lanjut usia (status   fungsionalnya) , pengelompokan lanjut usia sehat dan mandiri (A), lanjut usia sehat dengan ketergantungan ringan (A), lanjut usia sehat dengan ketergantungan sedang (B) dan lanjut usia dengan ketergantungan berat/ total (C), ” terang Sri saat hubungi melalui ponselnya, Jumat (2/12/2022).

Sebelumnya,  87 peserta lansia terdiri dari karang werda  se-Kabupaten Sidoarjo, TP PKK Sidoarjo serta Komda Lansia Sidoarjo bertemu di aula SMP 4 Sidoarjo yang dihadiri oleh Wabup H  Subandi.

“Saya mengapresiasi digelarnya pertemuan Forum Komunikasi Lansia Kabupaten Sidoarjo, kegiatan ini mampu  bersinergi lintas sektor untuk mewujudkan lanjut usia yang sejahtera, mandiri dan bermartabat,”ungkapnya.

Pada kegiatan pertemuan forum komunikasi  lansia ini, Wabup H Subandi berharap dapat menjadi suplemen dan semangat bagi seluruh lanjut usia untuk ikut berkiprah terkait pelayanan kesehatan dan edukasi terhadap lanjut usia yang sehat, mandiri dan produktif.

“Dalam rangka mewujudkan lansia sejahtera masyarakat bahagia dan Indonesia kuat perlu terus memaksimalkan pelayanan  di Posyandu hingga Puskesmas, hal ini perlu dukungan dari semua pihak, baik sektor pemerintah, swasta dan masyarakat,”ungkap  H Subandi.

Dalam memberdayakan lanjut usia guna menciptakan lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif telah dilakukan di berbagai bidang. Salah satunya bidang kesehatan, melalui Puskesmas santun lanjut usia, Posyandu lanjut usia dan program-program pemeriksaan kesehatan bagi lanjut usia.

“Diawali dari sebelum  menjadi  lansia sehingga pada saat memasuki masa lansia tetap sehat, bugar, mandiri produktif tidak tergantung pada keluarga,” ujar H Subandi.

Diharapkan adanya program-program yang pro dengan pemberdayaan kesehatan lanjut usia lainnya untuk lebih dioptimalkan dan ditingkatkan lagi kualitasnya.

“Peran lanjut usia tetap penting dalam pembangunan sebagai tokoh pemelihara nilai, norma, pemberi motivasi, inspirasi dan pengingat bagi generasi muda bangsa untuk terus membangun negeri tercinta ini,”harap H Subandi.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Dinkes Sidoarjo Zubaidah melaporkan kondisi lansia di Kabupaten Sidoarjo pada 2021. Lansia yang sehat, lansia tingkat kemandirian A sebanyak 85,18%, tingkat kemandirian B 3,7% dan tingkat kemandirian C 0,7%. Penyakit terbanyak pada lansia adalah hipertensi (13,38%). Penyebab masalah kesehatan lansia adalah kurangnya aktivitas fisik (perubahan kondisi pembuluh darah, termasuk di bagian jantung, seiring bertambahnya usia, pembuluh darah arteri menjadi semakin keras dan tidak elastics).

“Pada lansia, penanganan kasus penyakit tersebut tidak mudah karena penyakit pada lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif, kronis, dan multidiagnosis,” katanya.

Dalam hal ini penanganannya membutuhkan waktu dan biaya tinggi, yang akan menjadi beban bagi masyarakat dan pemerintah termasuk bagi program jaminan kesehatan nasional.

“Pemeliharaan kesehatan lansia hendaknya lebih mengutamakan promotif dan preventif dengan dukungan pelayanan kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas di fasilitas-fasilitas kesehatan di masing-masing Puskemas dengan Germas,” ujar Zubaidah. sis