
Rakyat Sri Lanka demo menuntut pemerintah Presiden Gotabaya Rajapaksa lengser setelah negara itu dilanda krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaannya tahun 1948.
KOLOMBO (wartadigital.id) – Anggota parlemen Sri Lanka bertemu pada Sabtu (16/7/2022) untuk mulai memilih presiden baru untuk menjalani sisa masa jabatan yang ditinggalkan Gotabaya Rajapaksa , yang kabur dan mengundurkan diri setelah negara itu dilanda aksi protes massal atas bangrutnya ekonomi. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Sri Lanka dilantik sebagai presiden sementara sampai parlemen memilih pengganti Gotabaya Rajapaksa, yang masa jabatannya berakhir pada 2024.
Ketua Parlemen Mahinda Yapa Abeywardana menjanjikan proses politik yang cepat dan transparan yang harus dilakukan dalam waktu seminggu. Presiden baru dapat menunjuk perdana menteri baru, yang kemudian harus disetujui oleh parlemen.
Sekretaris Jenderal Parlemen Dhammika Dasanayake, dalam sesi singkat mengatakan bahwa pencalonan untuk pemilihan presiden baru akan didengar pada Selasa dan jika ada lebih dari satu calon, anggota parlemen akan memberikan suara pada Rabu.
Dasanayake juga membacakan surat pengunduran diri Gotabaya dengan lantang di parlemen. Dalam surat itu, Rajapaksa mengatakan dia mengundurkan diri menyusul permintaan rakyat Sri Lanka dan para pemimpin partai politik. Dia mencatat bahwa krisis ekonomi membayangi bahkan ketika dia menjabat pada 2019 dan diperparah oleh penguncian yang kerap terjadi selama pandemi virus Corona seperti dikutip dari AP.
Sementara itu, keamanan di sekitar gedung parlemen di ibukota, Kolombo, diperketat pada Sabtu dengan penjagaan tentara bertopeng dan jalan-jalan di dekat gedung ditutup untuk umum.
Sri Lanka kekurangan uang untuk membayar impor kebutuhan pokok seperti makanan, pupuk, obat-obatan, dan bahan bakar untuk 22 juta penduduknya. Penurunan ekonominya yang cepat menjadi lebih mengejutkan karena, sebelum krisis ini, ekonomi Sri Lanka telah berkembang, dengan kelas menengah yang tumbuh dan nyaman.
Aksi protes selama berbulan-bulan menggarisbawahi kejatuhan dramatis klan politik Rajapaksa yang telah memerintah Sri Lanka selama hampir dua dekade terakhir.
Protes berbulan-bulan mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu ketika para demonstran menyerbu rumah dan kantor presiden serta kediaman resmi Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe. Pada hari Rabu, mereka menyita kantornya.
Para demonstran awalnya bersumpah untuk tetap tinggal sampai pemerintahan baru terbentuk, tetapi mereka mengubah taktik pada Kamis, tampaknya khawatir bahwa eskalasi kekerasan dapat merusak pesan mereka menyusul bentrokan di luar parlemen yang menyebabkan puluhan orang terluka.
2 Saudara Presiden Dilarang Pergi
Setelah pengunduran diri Gotabaya Rajapaksa sebagai Presiden Sri Lanka secara resmi diumumkan, Mahkamah Agung melarang dua saudara lelakinya, mantan Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa dan mantan Menteri Keuangan Basil Rajapaksa meninggalkan negara itu.
Gotabaya Rajapaksa sudah kabur ke luar negeri awal pekan ini, pertama ke Maladewa, dan seterusnya ke Singapura. Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri sebagai PM hanya dua bulan lalu, setelah para pendukungnya menyerang beberapa orang yang memprotes di luar kantor saudaranya, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Gotabaya Rajapaksa. Protes menjadi lebih intens setelah itu, dan akhirnya Gotabaya Rajapaksa harus meninggalkan negara itu dan mengundurkan diri. Kepergiannya terjadi setelah berbulan-bulan protes atas salah urus ekonomi negara pulau itu, yang menyebabkan kesulitan besar bagi rakyatnya. sin, ins