
SURABAYA (wartadigital.id) – Dari hasil survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) terhadap masyarakat Jawa Timur, PDI Perjuangan dipersepsikan masyarakat sebagai Partai Politik yang paling nasionalis. Disusul dua partai berikutnya yakni Gerindra dan Demokrat.
Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengatakan PDIP menjadi partai politik paling nasionalis dengan persentasi tertinggi. “Perolehannya sebanyak 41,8 persen. Diikuti oleh Gerindra dan Demokrat dengan 12,5 persen serta 9,7 persen,” paparnya kepada media dalam acara Puputan Valentine 2024, Senin (29/8/2022).
Lebih lanjut Mochtar menambahkan tiga partai tersebut sudah sewajarnya memeroleh hasil demikian. “Sebenarnya, apa yang dipersepsikan terhadapa ketiga partai tersebut tidaklah mengejutkan. Ketiganya memang selalu mencitrakan diri sebagai partai nasionalis. Ini membuktikan bahwa citra yang mereka bangun berhasil diterima publik Jatim, ” tambahnya.
Dia menambahkan, selain partai di atas ada partai-partai yang mengikuti di antaranya Golkar dengan 6,2 persen, PKB dengan 4 persen, Nasdem dengan 3,7 persen,. “Jauh di bawah itu pun dengan perolehan kurang dari 2 persen di antaranya Perindo, PAN, PPP, PKS, PSI, Garuda, masing-masing 1,5 persen, 1 persen, 0,3 persen, dan 0,2 persen. Selain itu Hanura, PBB, PKPI, ketiganya memeroleh 0,1 persen. Sementara yang mimilih tidak tahu atau tidak memilih ada 16,3 persen,” paparnya.
Dari hasil survei yang dilakukan oleh SSC terhadap masyarakat Jatim, menunjukkan bahwa PKB jadi partai politik yang dianggap paling religius. Disusul dua partai berikutnya yakni PPP dan PKS.
Terkait hasil survei, Peneliti Senior SSC Surokim Abdussalam menyebut jika perolehan PKB melejit dengan capaian 48 persen. “Baru diikuti oleh PPP dan PKS yang perolehannya di angka 12 persen dan 8,2 persen”, terang pria yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura ini.
Lebih lanjut Surokim memaparkan partai lain yang perolehannya masih di bawah 5 persen, di antaranya PDIP dengan 4 persen, PAN dengan 2,8 persen, Gerindra dengan 2,4 persen, Golkar, PBB, dan Demokrat ketiganya 2 persen, serta Nasdem dengan 1,5 persen. “Masih ada juga yang perolehannya di bawah 1 persen, yakni Perindo 0,8 persen, Hanura 0,4 persen, serta Ummat dan PSI yang keduanya 0,2 persen. Sementara yang memilih tidak tahu atau tidak memilih ada 13,2 persen,” imbuhnya.
Apa yang dicapai PKB ini sedikit boleh dibilang mengejutkan. “Pasalnya, akhir-akhir ini mereka mencitrakan diri pula sebagai partai yang nasionalis. Tapi di sisi lain tidak dapat dipungkiri jika konstituen dan para pengurus PKB mayoritas lebih merupakan Tokoh dan kader dari NU,” pungkasnya.
Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan sejak 1-10 Agustus 2022 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. hdi