
SURABAYA (wartadigital.id) – Hotel dan resor Hilton di seluruh Indonesia tahun ini kembali menggalang kampanye Pink Ribbon untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung para pejuang dan penyintas kanker payudara. Kampanye ini berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2022 dan bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia yang diketuai Linda Agum Gumelar.
Enam hotel dan resor Hilton di Indonesia turut berpartisipasi dalam kampanye ini, yaitu Conrad Bali, Hilton Bali Resort, Hilton Bandung, DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro,
DoubleTree by Hilton Surabaya dan Hilton Garden Inn Jakarta Taman Palem. Masing-masing hotel mengadakan ragam kegiatan dan promosi guna mengumpulkan dukungan dari para tamu untuk kampanye ini. Sebagian dari hasil kegiatan yang terkumpul akan disumbangkan kepada Yayasan ini.
PR Manager DoubleTree by Hilton Surabaya Maria Passa Parinduri menjelaskan pihaknya juga menggelar serangkaian kegiatan dan promosi guna menyukseskan kampanye Pink Ribbon.
Pink Walk akan berlangsung Minggu, 16 Oktober 2022 dimana para staff hotel akan melakukan jalan sehat pada saat car free day mulai dari pukul 06.30 pagi hingga selesai di sepanjang Jalan Tunjungan. Pada kesempatan ini, hotel akan membagikan kue khas DoubleTree yaitu DoubleTree Cookie kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pada car free day di Jalan Tunjungan. “Kami juga menyertakan informasi mengenai kesadaran akan kanker payudara yang terdapat pada QR Code yang terletak pada bungkus kue,” kata Maria, Kamis (13/10/2022).
Pink Move yang merupakan kegiatan olahraga Zumba dipimpin oleh ZIN Egah dan ZIN Selly akan diadakan Minggu, 23 Oktober 2022 di area pintu masuk utama hotel mulai dari pukul 07.00 pagi hingga selesai. Acara ini terbuka untuk umum dimana masyarakat yang hadir pada saat car free day dapat mengikuti kegiatan ini.
Juga ada paket kamar VIPink Staycation untuk periode menginap hingga 15 Desember 2022 dengan harga mulai dari Rp 1.200.000 net per kamar per malam. Tamu dapat menikmati beragam keuntungan seperti sarapan pagi prasamanan untuk 2 orang, boneka eksklusif Pink Month Teddy Bear dan Afternoon Pink Tea untuk 2 orang. “Sebagian hasil penjualan dari paket kamar akan didonasikan kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia,” kata Maria.
Pink Month Teddy Bear juga dapat dibeli seharga Rp 99.000 net di area lobby hotel yaitu The Koffee dan area Front Office. Untuk setiap boneka yang terjual, hotel akan mendonasikan sebesar 30% dari hasil penjualan kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Pihaknya juga menggelar promosi makanan & minuman di The Koffee dan restoran Makan Kitchen. The Koffee menawarkan Pink Bubble yaitu minuman mocktail yang berwarna merah muda dan dijual seharga Rp 55,000++ per gelas, dan 10% dari setiap penjualan akan didonasikan ke Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Selain promo minuman, tamu juga dapat menikmati Afternoon Pink Tea seharga Rp 330.000++ per set untuk 2 orang yang tersedia di The Koffee dan restoran Makan Kitchen setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 18.00.
Tamu dapat menikmati berbagai sajian khas afternoon tea seperti scones dengan krim dan selai stroberi, roti isi, dan berbagai camilan manis dan kue-kue yang dilengkapi dengan teh pilihan dari Singabera serta kopi dari The Koffee. Hotel akan mendonasikan 25% dari hasil penjualan kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Dijelaskan Maria, sebelumnya pihaknya sudah menggelar Pink Movie & Talk bekerjasama dengan Rumah Sakit Onkologi Surabaya dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu dr Bob J Octovianus SpB, MCh, FICS selaku Dokter Spesialis Bedah Payudara Rumah Sakit Onkologi Surabaya dan Nisya Lina sebagai penyintas kanker payudara, Selasa (11/10/2022).
Acara dibuka dengan pemutaran film dokumenter berjudul “The Long Goodbye: The Kara Tippetts Story” yang merupakan kisah nyata Kara Tippetts, seorang penulis buku Kristiani yang juga merupakan istri seorang pendeta Colorado Springs dan ibu dari empat anak yang menerima diagnosis kanker payudara stadium empat. Melalui film ini, Ia dan keluarga membagikan kisahnya dalam berjuang menghadapi kanker payudara serta hal-hal yang Ia alami selama mengidap penyakit tersebut yang kemudian merenggut nyawanya pada 2015.
Sesudah pemutaran film tersebut, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang bersama para narasumber tentang kanker payudara mulai dari gejala, pencegahan hingga pengobatan. Pada kesempatan ini juga, Nisya Lina yang merupakan penyintas kanker payudara menceritakan pengalaman hidupnya saat berjuang melawan kanker payudara hingga ia sembuh. nti