
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.
YOGYAKARTA (wartadigital.id) – Putera bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep akan segera melepas masa lajangnya dengan mempersunting Erina Gudono. Keduanya akan mengucapkan janji suci pernikahan pada Sabtu 10 Desember 2022 di Pendopo Agung Royal Ambarukmo Yogyakarta.
Jelang akad nikah Kaesang Pangarep dan Erina Gudono sejumlah rangkaian acara telah dilakukan sejak hari ini, Kamis (8/12/2022). Rangkaian acara di rumah Erina Gudono diawali dengan Semaan dan Khataman Quran.
Dani Wigung pemilik wedding organizer Pengantin Production mengatakan, acara Semaan dan Khataman Quran dilakukan pada pukul 12.00 WIB. Usai dua acara tersebut, dilanjutkan dengan pengajian.
Dani menerangkan untuk Semaan dan Khataman Quran ini hanya diikuti oleh keluarga besar Erina Gudono saja. Kurang lebih ada 30 orang yang mengikuti. “Kalau pengajian ada sekitar 100 orang. Nanti ada warga sekitar juga kalau yang pengajian. Kalau Semaan cuma intern keluarga saja,” kata Dani, Kamis (8/12/2022).
Saat Semaan dan Khataman Quran ini, Erina nampak hadir. Erina mengenakan kerudung dan kebaya berwarna abu-abu. Nampak Erina ditemani oleh ibunya yaitu Sofiatun Gudono dan kakak laki-lakinya, Allen Gudono. Erina nampak duduk diapit oleh sang ibu dan kakaknya.
Sementara pada Jumat 9 September 2022, juga masih akan dilaksanakan beberapa rangkaian acara adat Jawa di kediaman Erina. Upacara adat Jawa ini akan diawali dengan Majang Tarub, Adang Sepisan dan Cethik Geni, Ngracik Tirto Pamorsih, Sungkeman, dan masih banyak lagi.
Serangkaian Adat Jawa
Serangkaian upacara adat Jawa memang akan dilakukan oleh Kaesang dan Erina jelang akad nikah. Tradisi Jawa ini di antaranya adalah Midodareni. Midodareni akan digelar di kediaman Erina pada Jumat 9 Desember 2022 malam.
Sebelumnya Owner Pengantin Production, Wigung Wratsangka menjelaskan Midodareni berasal dari kata widodari atau bidadari yang memiliki makna perempuan itu memiliki kecantikan lahir dan batin. Lewat upacara Midodareni ini merupakan doa agar mempelai perempuan bisa mempunyai kecantikan lahir batin.
Saat Midodareni ini calon pengantin pria akan datang ke rumah calon pengantin perempuan. Di masa lalu, lanjut Wigung, biasanya calon pengantin pria akan datang sendirian namun saat ini biasanya calon pengantin pria akan ditemani oleh keluarganya. “Kami mengagendakan bahwa besok calon pengantin putera akan hadir bersama ayah dan ibu serta keluarga besarnya. Calon pengantin putera diantar ke kediaman calon pengantin perempuan. Nanti akan menjalani upacara yang namanya nyantrik atau nyantri,” ucap Wigung, Rabu (7/12/2022).
Wigung mengungkapkan nyantrik ini dari kata santri atau cantrik di mana memiliki makna seseorang yang sedang mencari ilmu agama maupun mencari ilmu untuk menjadi imam bagi keluarga.
Dalam tradisi Keraton, lanjut Wigung dulunya nyantrik ini calon mempelai putera akan berada di Bangsal Kasatriyan selama 40 hari untuk mendapatkan pendidikan dari Keraton. Namun seiring perkembangan zaman, nyantrik ini sekarang tidak menginap karena tidak semua masyarakat memiliki Bangsal Kasatriyan seperti Keraton.
Wigung menjabarkan dalam Midodareni ini nantinya Kaesang juga akan mendapatkan wejangan dari pihak keluarga Erina. Wejangan ini dalam tradisi Jawa disebut Wejangan Catur Laksita Tama. “Artinya Catur itu empat. Laksita itu sikap dan Tama ada utama. Jadi empat sikap utama sebagai seorang pemimpin utama dalam keluarga. Nanti mas Kaesang akan dapat wejangan itu dari keluarga calon mempelai putri,” papar Wigung.
Wigung menambahkan meski dibolehkan datang ke kediaman Erina, namun Kaesang belum dibolehkan untuk bertemu dengan calon istrinya itu. Hanya keluarga perempuan dari Kaesang yang dibolehkan bertemu dengan Erina yang sedang menjalani tradisi Sinengker Midodareni. “Calon pengantin puteri berada di kamarnya. Nanti ibu-ibu disilakan untuk bertemu dengan calon pengantin puteri. Acara ini namanya Tilik Nitik,” jelas Wigung. viv, bro