Arab Saudi Cabut Pembatasan Haji, Kuota Normal Tanpa Batasan Usia

Pelaksanaan haji dan umrah di tengah pandemi.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Arab Saudi resmi melonggarkan sejumlah pembatasan terkait pelaksanaan Ibadah Haji pada 2023. Dilansir dari Aljazeera, Rabu (11/1/2023), pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk mencabut dua batasan pelaksanaan ibadah haji. Salah satu pelonggaran ini adalah tidak lagi membatasi jumlah dan usia jemaah haji tahun ini. “Yang pertama adalah kembalinya jumlah jemaah haji seperti sebelum pandemi tanpa batasan usia,” kata Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah.

Bacaan Lainnya

Ibadah haji adalah salah satu dari Rukun Islam dan hukumnya wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi orang yang mampu. Sebelum pandemi, ibadah haji menarik jutaan orang setiap tahun ke kota suci Mekah di Arab Saudi, rumah bagi Ka’bah, kiblat seluruh umat muslim di dunia. Pada tahun 2019, lebih dari 2,4 juta datang ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Namun saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020 , Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji menjadi hanya 1.000 warga Arab Saudi yang diizinkan untuk ambil bagian.

Langkah tersebut merupakan pembatasan yang paling ketat dan belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan selama epidemi flu 1918 yang menewaskan puluhan juta orang di seluruh dunia. Pada 2021, sekitar 60.000 penduduk Arab Saudi menunaikan ibadah haji. Tahun lalu, hampir 900.000 jemaah haji datang ke Mekah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Saat itu, pemerintah Arab Saudi membatasi hanya jemaah yang berusia di bawah 65 tahun dengan vaksinasi Covid-19 lengkap dan dan tes negatif yang dapat masuk ke negaranya. Wabah penyakit selalu menjadi perhatian seputar haji.

Para jemaah berjuang melawan wabah malaria pada tahun 632, kolera pada  1821 yang menewaskan sekitar 20.000 orang, dan wabah kolera lainnya pada 1865 yang menewaskan 15.000 orang sebelum menyebar ke seluruh dunia. Sebelum wabah Covid-19,  Arab Saudi menghadapi bahaya dari virus corona yang berbeda, salah satunya yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah atau MERS. Kerajaan Saudi meningkatkan antisipasi kesehatan selama musim haji 2012 dan 2013 akibat wabah ini. Selain pelonggaran jumlah jemaah, Arab Saudi juga mengizinkan jemaah haji dari seluruh dunia untuk berurusan dengan perusahaan berlisensi yang memenuhi persyaratan jemaah dari negara-negara asalnya. bis