Sampaikan Belasungkawa Berpulangnya Ayahanda Eri Cahyadi, Pimpinan DPRD Surabaya Melayat ke Rumah Duka

H Urip Suwondo, ayahanda Eri Cahyadi meninggal dunia di usia 77 tahun pada Minggu (22/1/2023) dini hari sekitar pukul 00.15.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Berita duka tengah menyelimuti keluarga besar Walikota Surabaya Eri Cahyadi.  H Urip Suwondo, ayahanda Eri Cahyadi meninggal dunia di usia 77 tahun pada Minggu (22/1/2023) dini hari sekitar pukul 00.15. Jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Ketintang Madya Kota Surabaya. Almarhum dimakamkan pada pukul 10.00 di TPU Tembok Dukuh.

Bacaan Lainnya

Tampak dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti bersama pimpinan dan anggota DPRD yang melayat ke lokasi rumah duka dan turut hadir di pemakaman TPU Tembok Dukuh. Pimpinan Dewan ini turut mengiringi dan menyampaikan ucapan belasungkawa.

“Kami dari DPRD Surabaya menyampaikan duka mendalam dan turut berduka cita atas wafatnya H Urip Suwondo, ayahanda dari Bapak Eri Cahyadi,” ujar Reni saat ditemui usai takziah.

Sebelumnya, melalui laman Instagram pribadi, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut pun menuturkan ungkapan duka atas kepergian ayahanda Cak Eri itu.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka cita atas wafatnya bapak H Urip Suwondo (ayahanda dari Walikota Surabaya, bapak @ericahyadi_),” tulisnya.

Ucapan duka cita pun terus mengalir dari berbagai pihak, terlihat pula deretan karangan bunga berjejer di halaman rumah duka. Begitu pula dari kalangan pimpinan hingga jajaran Anggota DPRD Surabaya. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni dosanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin,” ucap Reni seraya mendoakan.

Wafatnya Urip Suwondo tidak hanya membuat Eri Cahyadi berduka. Rasa duka mendalam dirasakan keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya. Bukan hanya karena Eri adalah Walikota Surabaya, tetapi juga mantan birokrat kader PDIP.

“Keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya Bapak H Urip Suwondo, ayahanda Walikota Surabaya Bapak Eri Cahyadi. Kita semua mendoakan yang terbaik bagi almarhum. Semoga beristirahat dalam kedamaian Tuhan YME, dan mendapat tempat paling termulia di sisi-Nya. Diampuni segala dosanya, dan diterima seluruh amal ibadahnya selama hidup di dunia. Aamiin,” kata Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.

“Ini duka bagi kita semua. Bagi PDI Perjuangan, bagi seluruh rakyat Surabaya. Semoga Pak Eri Cahyadi sekeluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keteguhan dalam menghadapi situasi duka yang sungguh sulit bagi beliau,” imbuh Adi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Adi mengatakan, sosok ayahanda sangat sentral dalam kehidupan Eri Cahyadi, selain tentu sosok sang ibunda. Urip diketahui sebagai orang yang meminta Eri untuk mengabdi ke masyarakat dan negara sebagai PNS pada 2001. Urip juga mendidik agar Eri konsisten dalam pengabdian, selalu meluruskan niat untuk kebaikan warga.

“Pak Urip telah meletakkan pondasi awal terpenting dalam perjalanan hidup Pak Eri Cahyadi, yaitu keteguhan dan ketulusan niat. Pak Urip telah mampu mendidik lahirnya seorang pemimpin yang amanah. Saya yakin beliau di sana pasti tersenyum melihat puteranya mampu melayani warga Kota Surabaya dengan sebaik-baiknya,” ujar Adi.

Adi mengatakan, keluarga besar PDI Perjuangan Surabaya turut hadir mengiringi seluruh proses pemakaman hingga acara kirim doa yang akan berlangsung hingga tujuh hari berturut-turut. “Para kader PDI Perjuangan selalu membersamai keluarga Pak Eri dalam suasana yang tidak mudah ini,” ujar Adi.

Adi juga mengharap keikhlasan doa dari seluruh warga Surabaya untuk almarhum Urip Suwondo. “Doa terbaik untuk almarhum Pak Urip Suwondo. Tunai sudah tugas beliau di dunia, tunai sudah tugas beliau memimpin dan mendidik keluarga. Amal-amal baik beliau akan mengantarkannya ke surga,” tutur Adi. ike, mas